Rupiah Makin Tertekan, Sudah Tembus Rp17.962 per Dolar AS

- Rupiah melemah ke level Rp17.962 per dolar AS, turun 103 poin atau 0,58 persen pada awal perdagangan Rabu akibat penguatan dolar AS.
- Penguatan dolar AS dipicu sentimen risk off global, di mana investor beralih ke aset aman karena kekhawatiran suku bunga tinggi.
- Status Indonesia sebagai emerging market dari MSCI memberi dukungan positif bagi rupiah, meski pergerakan hari ini masih dipengaruhi sentimen global.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Rabu (24/6/2026). Pelemahan terjadi di tengah penguatan dolar AS yang masih didorong sentimen global.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.16 WIB, rupiah berada di level Rp17.962 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 103 poin atau 0,58 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
1. Sentimen global dorong penguatan dolar AS
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan bergerak melemah hari ini. Menurut dia, dolar AS kembali menguat seiring kuatnya sentimen risk off di pasar global.
Kondisi risk off terjadi ketika investor cenderung mengurangi aset yang dianggap berisiko dan beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman, seperti dolar AS.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekuatiran tingkat suku bunga tinggi," kata Lukman.
2. Status emerging market dari MSCI bisa jadi penopang
Meski demikian, Lukman mengatakan terdapat sentimen positif dari dalam negeri yang berpotensi membantu menahan tekanan terhadap rupiah.
Dia menyebut keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status emerging market (EM) atau pasar berkembang bagi pasar ekuitas Indonesia dapat memberikan dukungan bagi sentimen investor.
"Kabar baik dari MSCI yang masih mempertahankan status EM pasar ekuitas Indonesia bisa sedikit banyak mendukung rupiah," tuturnya.
3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Pergerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan sentimen global, terutama terkait ekspektasi suku bunga dan arah pergerakan dolar AS.


















