Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sentimen AS-Iran Membaik, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.859 per Dolar

Sentimen AS-Iran Membaik, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.859 per Dolar
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • Rupiah ditutup melemah tipis ke Rp17.859 per dolar AS, turun 16 poin atau 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Sentimen global membaik setelah AS memberi izin umum ekspor minyak Iran selama 60 hari, menandai kemajuan negosiasi perdamaian kedua negara.
  • Dari dalam negeri, pasar menunggu evaluasi MSCI dan mencermati tekanan di sektor manufaktur yang berpotensi memicu PHK ribuan pekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Rupiah parkir di level Rp17.859 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.843 per dolar AS. Rupiah sempat melemah hingga 35 poin sebelum akhirnya mampu meredakan tekanan.

1. Investor tenang usai ada kemajuan negosiasi AS-Iran

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen pasar global membaik setelah AS memberikan izin umum selama 60 hari yang memungkinkan penjualan, pengiriman, dan impor minyak mentah serta produk minyak bumi Iran.

"Langkah ini dilakukan setelah pejabat AS dan Iran melaporkan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas dan perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara," kata Ibrahim.

Pengecualian sanksi yang juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pengiriman meningkatkan ekspektasi bahwa ekspor minyak Iran akan bertambah dalam beberapa pekan mendatang.

Bertambahnya potensi pasokan minyak global membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi mereda. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tetap mengingatkan Washington akan mengambil langkah yang diperlukan apabila Iran tidak mematuhi kesepakatan yang sedang dirundingkan.

2. Investor tunggu evaluasi MSCI dan cermati industri manufaktur RI

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu hasil evaluasi MSCI setelah lembaga tersebut menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif dalam laporan Global Market Accessibility Review.

"Sejumlah catatan terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float serta indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris," tutur Ibrahim.

Selain itu, pasar mencermati berbagai persoalan di sektor manufaktur, mulai dari penghentian produksi, keterlambatan pembayaran gaji, hingga relokasi investasi ke negara lain.

Terdapat empat perusahaan yang terancam melakukan PHK ribuan pekerja akibat ketidakpastian global, termasuk perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang disebut menghadapi risiko pemindahan sebagian produksi oleh prinsipal di Jepang.

3. Rupiah diproyeksi masih melemah besok

Untuk perdagangan Rabu (24/6/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif. Meski demikian, mata uang Garuda diproyeksikan berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More