Sentimen AS-Iran Tekan Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini

- Rupiah melemah ke level Rp17.870 per dolar AS pada awal perdagangan, tertekan sentimen negatif dari hubungan AS-Iran dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
- Investor fokus memantau rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk perkiraan akhir PDB kuartal I-2026 dan data Core PCE yang menjadi indikator inflasi utama.
- Pengamat memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif sepanjang hari dalam kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS dengan potensi penutupan di area pelemahan.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (23/6/2026). Hal ini dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran dan ekspektasi arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, rupiah berada di level Rp17.870 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 27 poin atau 0,15 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Rupiah tertekan imbas sejumlah sentimen negatif
Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan bergerak melemah terhadap dolar AS. Menurut dia, itu terjadi karena investor masih belum sepenuhnya yakin terhadap hasil pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, Lukman menilai prospek kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) juga masih menjadi perhatian investor.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai AS-Iran serta prospek suku bunga The Fed," kata Lukman.
2. Pasar pantau dua data penting ekonomi AS
Sementara itu, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan perhatian investor pekan ini juga tertuju pada sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Dia menjelaskan pasar menantikan perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal I-2026. Selain itu, investor juga menunggu data Core Personal Consumption Expenditures (PCE) atau Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti.
"Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir angka Produk Domestik Bruto untuk kuartal pertama tahun 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti," ujar Ibrahim.
3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang hari ini
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.
Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif. Meski demikian, dia memperkirakan rupiah berpotensi ditutup melemah dalam kisaran Rp17.840 hingga Rp17.890 per dolar AS.















![[QUIZ] Tebak Slogan Produk Terkenal Ini, Kamu bisa Benar Semua? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240930/kristian-egelund-wwqrpsnbpq4-unsplash-dd4f48bbcb8a9be6fc4e230575fa74bb.jpg)


