Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah 8 poin menjadi Rp18.155 per dolar AS pada awal perdagangan Senin.

  • Pasar menanti data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan dirilis siang hari.

  • Harga minyak dunia berpotensi mendukung rupiah, tetapi aksi jual asing masih menjadi tekanan domestik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (2/11/2026)

Rupiah melemah pada awal perdagangan dan diperkirakan bergerak relatif datar. Lukman memperkirakan rupiah berada dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

pukul 09.25 WIB

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.155 per dolar AS.

siang ini

Pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi domestik, terutama inflasi dan neraca perdagangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah melemah 8 poin atau 0,04 persen menjadi Rp18.155 per dolar AS pada awal perdagangan.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, investor asing, dan pengamat pasar uang Lukman Leong.
  • Where?
    Perdagangan rupiah dan aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia.
  • When?
    Awal perdagangan Senin (2/11/2026), berdasarkan data hingga pukul 09.25 WIB.
  • Why?
    Pasar menanti data ekonomi domestik, sementara aksi jual bersih investor asing masih menekan rupiah.
  • How?
    Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah sedang sedikit melemah saat ditukar dengan dolar AS. Pada Senin pagi, rupiah berada di Rp18.155 per dolar AS. Investor masih menunggu data inflasi dan perdagangan Indonesia. Harga minyak yang turun bisa membantu rupiah, tetapi investor asing masih banyak menjual saham. Lukman memperkirakan rupiah bergerak di Rp18.100 sampai Rp18.200.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penurunan harga minyak mentah dunia memberikan ruang dukungan bagi rupiah di tengah pelemahan pada awal perdagangan. Pasar juga memiliki acuan tambahan melalui rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia. Dengan berbagai indikator tersebut, pergerakan rupiah dapat dipantau melalui perkembangan ekonomi domestik, harga minyak, dan aktivitas investor asing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (2/11/2026). Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.25 WIB, rupiah berada di level Rp18.155 per dolar AS.

Posisi tersebut melemah 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.147 per dolar AS. Dengan demikian, dolar AS mengalami penguatan tipis terhadap rupiah pada awal perdagangan.

1. Investor menanti data inflasi dan perdagangan Indonesia

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak relatif datar pada Senin. Menurutnya, pelaku pasar masih menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis siang ini, terutama inflasi dan neraca perdagangan.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini diantaranya inflasi dan perdagangan," kata dia.

2. Harga minyak turun tetapi aksi jual asing masih membebani rupiah

Lukman menilai penurunan harga minyak mentah dunia dapat memberikan dukungan bagi rupiah. Penurunan harga minyak terjadi di tengah harapan pasar terhadap perundingan damai untuk mengakhiri perang AS-Iran.

Namun, sentimen domestik masih menjadi tekanan bagi rupiah. Lukman menyoroti aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham dalam negeri. Net sell merupakan kondisi ketika nilai saham yang dijual investor lebih besar daripada nilai saham yang dibeli.

"Harga minyak mentah dunia yang turun oleh harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS Iran dapat mendukung rupiah, namun sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell off asing di pasar ekuitas," tuturnya.

3. Proyeksi pergerakan rupiah sepanjang perdagangan Senin

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih dipengaruhi penantian pasar terhadap rilis data ekonomi domestik, perkembangan harga minyak dunia, serta aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article