Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Menguat ke Rp17.731 per Dolar, Imbas Harga Minyak Dunia Turun
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah dibuka menguat 22 poin atau 0,12 persen ke Rp17.731 per dolar AS pada Jumat pagi, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.753.
  • Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang naik, termasuk ringgit Malaysia, peso Filipina, yuan China, rupee India, dan baht Thailand.
  • Turunnya harga minyak Brent dan WTI, disertai pelemahan indeks dolar serta imbal hasil obligasi AS, menjadi katalis; rupiah diperkirakan bergerak di Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rupiah jadi lebih kuat pada Jumat pagi. Satu dolar Amerika sekarang sekitar Rp17.731. Kemarin nilainya Rp17.753. Harga minyak dunia turun karena Arab Saudi berharap bisa memperbaiki pasokan minyaknya. Uang dari beberapa negara Asia juga menguat. Orang pasar memperkirakan rupiah bisa bergerak antara Rp17.700 sampai Rp17.800 per dolar hari ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan mencerminkan adanya ruang perbaikan sentimen pasar, ditopang turunnya harga minyak dunia dan meredanya kekhawatiran atas gangguan pasokan energi. Pelemahan indeks dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS turut membuka katalis tambahan, sementara penguatan mayoritas mata uang Asia menunjukkan suasana regional yang lebih kondusif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada Jumat (18/9/2026) pagi. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp17.731 per dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan kemarin yang melemah di level Rp17.753 per dolar AS.

1. Sejumlah mata uang di Asia menguat

Mayoritas mata uang di Asia terpantau menguat, dengan rincian sebagai berikut:

  • Bath Thailand menguat 0,02 persen

  • Ringgit Malaysia menguat 0,48 persen

  • Yuan China menguat 0,09 persen

  • Rupee India menguat 0,02 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,18 persen

2. Alasan rupiah diprediksi menguat sore ini

Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang Garuda.

Ia menjelaskan, harga minyak dunia yang mulai turun seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.

3. Kondisi eksternal dukung penguatan rupiah

Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul harapan Arab Saudi dapat memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Harga minyak Brent tercatat turun 2,7 persen menjadi 105,83 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 3,2 persen menjadi 102,43 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (16/9/2026).

Menurut Lukman, penurunan harga minyak tersebut juga diikuti pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dapat memberikan tambahan katalis bagi rupiah.

"Penurunan harga minyak juga menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Dengan demikian, untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article