Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul harapan Arab Saudi dapat memulihkan sekitar setengah dari pasokan minyak yang terdampak dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Harga minyak Brent tercatat turun 2,7 persen menjadi 105,83 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 3,2 persen menjadi 102,43 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu (16/9/2026).
Menurut Lukman, penurunan harga minyak tersebut juga diikuti pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi ini dapat memberikan tambahan katalis bagi rupiah.
"Penurunan harga minyak juga menekan indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Dengan demikian, untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS," tegasnya.