Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar global masih mencermati perkembangan hubungan antara AS dan Iran. Menurut dia, AS telah memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Iran setelah berlangsungnya pembicaraan perdamaian tahap awal.
Kebijakan itu memungkinkan Iran kembali menjual minyak, di tengah meredanya ketegangan di Lebanon. Meski demikian, Ibrahim menilai sejumlah isu penting masih menyisakan ketidakpastian, termasuk terkait inspeksi program nuklir Iran dan akses terhadap dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Dia menjelaskan Oman dan Iran sepakat melanjutkan diskusi mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan setiap upaya Iran untuk mengenakan biaya transit akan bertentangan dengan hukum internasional.
"Namun, ketidakpastian tetap ada mengenai keberlanjutan kesepakatan tersebut," kata Ibrahim.
Menurut dia, ketidakpastian muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas. Namun, pemerintah Iran membantah telah memberikan konsesi tersebut dalam proses negosiasi.