Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperketat pengawasan terhadap pasar keuangan global menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pasca-serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan pihaknya akan merespons situasi secara tepat demi memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil dan bergerak sesuai fundamental ekonomi nasional di tengah sentimen risk-off.
"Sejalan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah pascaserangan AS ke Iran yang mendorong sentimen risk off di pasar keuangan global, Bank Indonesia akan terus mencermati pergerakan pasar secara seksama dan merespons secara tepat, termasuk memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
