Makassar, IDN Times - Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede mengingatkan, pelemahan nilai tukar rupiah tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya kerentanan fiskal dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap aliran modal asing.
Kondisi ini memunculkan risiko fiscal dominance di tengah meningkatnya beban bunga utang pemerintah serta rendahnya rasio pajak terhadap produk domestik bruto (tax to GDP ratio) dibandingkan negara-negara setara (peer countries).
