Rusia Ancam Blokir Total WhatsApp, Dorong Max Jadi Pengganti

- Roskomnadzor mengancam pemblokiran total WhatsApp karena pelanggaran hukum nasional dan kegiatan terorisme di Rusia.
- Gangguan layanan WhatsApp terjadi di Moskow, St. Petersburg, Siberia, dan Pegunungan Ural, mendorong warga untuk beralih ke aplikasi Max.
- Aplikasi Max dipromosikan sebagai pengganti WhatsApp yang aman dan patuh regulasi dengan fitur enkripsi lokal serta integrasi layanan pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor mengancam pemblokiran penuh WhatsApp pada Jumat (28/11/2025) karena tuduhan pelanggaran hukum nasional yang berulang. Ancaman ini disampaikan secara resmi melalui pernyataan publik untuk menekankan platform mematuhi regulasi setempat.
Warga di Moskow juga melaporkan gangguan akses WhatsApp yang meluas dan mengganggu komunikasi sehari-hari. Gangguan serupa juga terdeteksi di Siberia serta Pegunungan Ural sejak Kamis (27/11), memicu kekhawatiran pengguna akan pembatasan permanen.
1. Ancaman pemblokiran penuh pada WhatsApp
Roskomnadzor secara tegas menyatakan, pihaknya terus menerapkan pembatasan bertahap terhadap WhatsApp karena aplikasi milik Meta ini dituduh memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan terorisme di wilayah Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya ketat regulator untuk menegakkan kedaulatan digital nasional.
"Jika layanan pesan itu terus gagal memenuhi tuntutan legislasi Rusia, maka akan diblokir sepenuhnya," kata Roskomnadzor, dilansir The Independent.
Pada Agustus 2025, Rusia telah memulai pembatasan panggilan suara dan video di WhatsApp serta Telegram untuk menargetkan platform asing yang menolak membagikan data pengguna dengan penegak hukum setempat. Kebijakan ini memicu keluhan luas dari jutaan pengguna.
2. Gangguan layanan di kota-kota besar
Pada Jumat waktu setempat, pengguna WhatsApp di Moskow dan St. Petersburg mengalami pemadaman layanan yang parah sepanjang malam hingga pagi hari, dengan lebih dari 2.800 keluhan tercatat hingga pukul 03.30. Laporan gangguan serupa juga mengalir dari wilayah Siberia serta Pegunungan Ural sejak Kamis, mengganggu komunikasi jutaan warga Rusia.
Pembatasan layanan akan terus diperluas secara bertahap jika pelanggaran berlanjut, sambil regulator mendorong warga beralih ke aplikasi nasional untuk menjaga kedaulatan digital. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pemerintah guna mengurangi ketergantungan pada platform asing.
3. Aplikasi Max sebagai pengganti WhatsApp
Roskomnadzor secara aktif mempromosikan aplikasi Max sebagai pengganti yang aman dan patuh regulasi untuk WhatsApp, dengan menekankan fitur enkripsi lokal serta integrasi layanan pemerintah. Aplikasi yang dikembangkan perusahaan VK ini telah wajib terpasang di semua ponsel pintar, tablet, serta komputer baru yang dijual di Rusia sejak September 2025, guna mempercepat adopsi massal.
Max juga dipromosikan khusus untuk institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas, serta lembaga negara, meskipun basis penggunanya masih tertinggal jauh di belakang WhatsApp yang mencapai 97 juta pengguna aktif.



















