ilustrasi investasi saham (pexels.com/ RDNE Stock project)
Praktisi pasar modal sekaligus Co-founder PasarDana, Hans Kwee mengatakan rating dari dua lembaga pemeringkat global tersebut masih berada dalam kategori investment grade, sehingga tidak serta merta mencerminkan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia. Hans menilai, peringkat tersebut menunjukkan Moody's dan S&P Global tetap melihat DIM memiliki kapasitas dalam memenuhi kewajiban finansialnya.
Hans mengatakan outlook negatif yang diberikan Moody's lebih berkaitan dengan sejumlah faktor. Mulai dari konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah, tata kelola BUMN, arah strategi investasi Danantara, serta pengelolaan APBN ke depan. Menurut Hans, persoalan utama yang disoroti bukanlah kemampuan finansial Danantara saat ini, melainkan faktor governance dan kepastian kebijakan.
“Moody's dan S&P melihat adanya keterkaitan yang sangat kuat antara Danantara dan pemerintah sehingga risiko yang melekat pada keduanya juga dipersepsikan serupa," kata Hans.