Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya Lawan Narasi Indonesia Cemas
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB/A-2 dengan outlook stabil, hasil dari kerja sama erat antara pemerintah dan DPR RI dalam menjaga kebijakan ekonomi.
  • Purbaya menegaskan keputusan S&P menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia, sekaligus menepis kekhawatiran soal potensi penurunan rating utang.
  • Dalam pertemuan dengan investor dan pihak S&P di AS, pemerintah menjelaskan kolaborasi kuat dengan DPR untuk memastikan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kabar baik tentang keputusan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia.

Menurut Purbaya, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah dan DPR RI dalam menjaga kebijakan ekonomi tetap berjalan sesuai aturan.

"Kami juga ingin menyampaikan kabar baik, bahwa berkat dukungan dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan DPR RI kemarin, lembaga rating S&P mempertahankan peringkat kredit Republik Indonesia pada level BBB/A-2 dengan outlook stabil," katanya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 Masa Persidangan V, Selasa (14/7/2026).

1. Purbaya minta masyarakat dan pasar lihat ekonomi RI lebih positif

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya menilai keputusan S&P dapat menjadi momentum untuk menyampaikan lebih banyak sentimen positif kepada masyarakat, pasar modal, termasuk nilai tukar rupiah. Dia berharap ke depan tidak lagi muncul kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

"Bahwa kita ke depan tinggal maju saja, tidak mundur lagi. Jadi, Indonesia tidak 'Indonesia Cemas', tapi 'Indonesia Menuju Indonesia Emas'," ujarnya.

2. S&P jadi jawaban atas kekhawatiran penurunan rating RI

Logo S&P. (Dok. S&P)

Purbaya mengatakan, sepanjang tahun ini pemerintah banyak menghadapi pemberitaan negatif terkait potensi penurunan peringkat utang Indonesia dan pengelolaan anggaran.

"Jadi, pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, yang jujur, pruden, dan independen melihat kebijakan kita baik," tuturnya.

Purbaya juga menyebut dukungan Komisi XI DPR RI dan anggota DPR lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah. Dia berharap kerja sama tersebut terus berjalan agar pengelolaan anggaran tetap sesuai aturan dan tidak terjadi penyimpangan.

3. Purbaya cerita pertemuan dengan investor dan S&P di Amerika

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Purbaya bersama sejumlah anggota DPR melakukan pertemuan dengan investor dan pihak S&P di Amerika Serikat (AS) beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menjelaskan kondisi Indonesia berbeda dengan negara lain. Pemerintah dan DPR disebut memiliki kerja sama yang baik dalam merumuskan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

'Sehingga mereka bisa melihat bahwa kebijakan kita adalah kebijakan yang utuh, dan betul-betul bertujuan untuk memakmurkan rakyat tanpa melanggar undang-undang yang ada, yang telah dibuat oleh parlemen," kata Purbaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article