ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)
Pilihan berikutnya adalah Crescent Energy, perusahaan eksplorasi dan produksi minyak serta gas yang memiliki kegiatan operasional di Eagle Ford, Permian, dan Uinta Basin. Perusahaan ini menawarkan dividen kuartalan sebesar US$0,12 atau sekitar Rp1.997 per saham. Jika dihitung secara tahunan, jumlahnya mencapai US$0,48 atau sekitar Rp7.990 per saham. Dengan tingkat dividend yield sebesar 3,56%, Crescent Energy menawarkan imbal hasil di antara Chevron dan Kinetik Holdings.
Salah satu perkembangan bisnis yang menjadi perhatian analis adalah kesepakatan akuisisi aset Eagle Ford milik Devon Energy. Analis Evercore, Stephen Richardson, mempertahankan rekomendasi buy untuk saham Crescent Energy menjelang pengumuman kinerja kuartal III 2026. Namun, ia sedikit menurunkan target harga saham dari US$18 menjadi US$17 atau sekitar Rp283.000 per saham. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi dilusi akibat penerbitan saham baru.
Richardson menilai akuisisi aset Eagle Ford merupakan langkah strategis yang berorientasi pada pertumbuhan. Transaksi dengan nilai pembelian bersih US$3,85 miliar atau sekitar Rp64,08 triliun tersebut diperkirakan menambah produksi bersih sekitar 68 ribu barel setara minyak per hari. Selain itu, akuisisi ini akan memberikan tambahan lebih dari 600 lokasi pengeboran kategori Tier 1 yang dinilai memiliki potensi pengembangan menarik.
Hal lain yang membuat Richardson optimistis adalah pengalaman Crescent dalam menciptakan sinergi dari transaksi akuisisi sebelumnya di kawasan Eagle Ford. Pengalaman tersebut dinilai dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional setelah mengambil alih aset Devon Energy. Bahkan, dampak finansial dari transaksi ini diperkirakan cukup positif karena berpotensi meningkatkan arus kas per saham sekitar 9% selama periode 2027 hingga 2029.
Richardson melihat langkah ekspansi tersebut dapat membantu Crescent membangun bisnis yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. Meski demikian, keberhasilan strategi akuisisi tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mengintegrasikan aset baru dan merealisasikan efisiensi yang telah diproyeksikan. Artinya, investor perlu memperhatikan perkembangan kinerja operasional Crescent setelah proses akuisisi berjalan.
Ketiga saham dividen pilihan Wall Street menawarkan karakteristik investasi yang berbeda meskipun sama-sama bergerak di sektor energi. Chevron memiliki rekam jejak peningkatan dividen selama 39 tahun, Kinetik Holdings menawarkan dividend yield tertinggi sebesar 5,82%, sedangkan Crescent Energy memiliki peluang pertumbuhan melalui akuisisi aset baru.
Rekomendasi buy dari analis Wall Street dapat menjadi bahan pertimbangan awal sebelum kamu menentukan pilihan investasi. Namun, jangan lupa bahwa dividen dan potensi kenaikan harga saham gak pernah sepenuhnya bebas risiko, sehingga penting untuk memeriksa kondisi keuangan perusahaan, prospek bisnis, dan kesesuaian saham dengan tujuan investasimu.