Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kadin: Stabilitas Politik Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Investor

2 min read
Kadin: Stabilitas Politik Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Investor
Ilustrasi investasi (freepik.com)
  • Kadin menilai stabilitas politik dan kepastian hukum krusial menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada kuartal I-II 2026.
  • Hingga September 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun dan menyerap 2,2 juta tenaga kerja langsung; Kadin meminta perizinan lancar, terukur, serta kebijakan hukum konsisten.
  • Kegaduhan politik dan isu keamanan dinilai dapat membuat calon investor menunda investasi. Kadin meminta pemerintah menjamin keamanan, kenyamanan, dan kondisi politik kondusif demi aktivitas ekonomi tetap produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai stabilitas politik dan kepastian hukum menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat meningkatnya tensi geopolitik.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan Indonesia perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang hingga kuartal I dan II 2026 mampu bertahan di kisaran 5 persen.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga dan investasi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kepercayaan investor yang telah terbangun perlu dijaga agar dapat terus mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Kepercayaan investor yang ingin masuk ke Indonesia sangat positif. Sampai dengan September 2026, realisasi investasi sudah mencapai Rp1.539,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja langsung mencapai 2,2 juta orang," ujar Sarman kepada IDN Times, Rabu (4/11/2026).

  1. 1. Kepercayaan investor harus dijaga

    Ilustrasi investasi (freepik.com)
    Ilustrasi investasi (freepik.com)

    Sarman menilai, capaian tersebut harus diikuti dengan upaya pemerintah menjaga iklim investasi tetap kondusif. Salah satunya melalui pelayanan perizinan yang lancar, terukur, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

    Selain itu, kepastian hukum juga perlu dijaga agar tidak berubah-ubah sehingga investor memiliki keyakinan dalam mengambil keputusan bisnis dan menanamkan modal di Indonesia.

    "Kepercayaan investor ini harus kita jaga dan rawat dengan pelayanan perizinan yang lancar, terukur, pasti dengan kepastian hukum yang tidak berubah-ubah. Kemudian yang tidak kalah penting adalah stabilitas politik yang kondusif," ujar Sarman.

  2. 2. Isu penyadapan dan kegaduhan politik bisa ganggu kepercayaan investor

    Ilustrasi Investasi (Sumber : Pexels)
    Ilustrasi Investasi (Sumber : Pexels)

    Tak hanya itu, Sarman menyoroti kegaduhan politik dan persoalan keamanan berpotensi memengaruhi psikologi calon investor yang ingin masuk ke Indonesia. Menurutnya, investor membutuhkan kepastian kondisi politik, keamanan yang terjamin, serta kebijakan pemerintah yang konsisten. Jika situasi politik dalam negeri tidak kondusif, calon investor berpotensi menunda keputusan investasinya.

    "Isu politik dan keamanan merupakan salah satu faktor yang sangat diperhitungkan calon investor untuk menanamkan modalnya di suatu negara. Kegaduhan politik akan membuat calon investor enggan untuk masuk," ujar Sarman.

  3. 3. Jaminan keamanan dan kenyamanan investor harus dijaga

    ilustrasi investasi sedikit demi sedikit (pixabay.com/nattanan23)
    ilustrasi investasi sedikit demi sedikit (pixabay.com/nattanan23)

    Sarman berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional agar tidak mengganggu kepercayaan investor maupun aktivitas ekonomi dalam negeri.

    "Kepercayaan Investor saat ini untuk masuk ke Indonesia harus kita kawal dengan jaminan keamanan, kenyamanan, dan kondisi politik yang stabil. Kami, kalangan dunia usaha, berharap agar situasi dan kondisi keamanan dan politik kita terjaga dengan baik dan kondusif sehingga tidak mengganggu psikologi calon investor dan aktivitas ekonomi nasional tetap produktif beraktivitas seperti biasa," ujar Sarman.

Related Articles

See More