Arab Saudi berupaya memperbesar kapasitas jalur pipa minyak untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz. Saudi Aramco menargetkan kapasitas pipa East-West atau Petroline meningkat dari 7 juta menjadi 10 juta barel per hari dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, penambahan kapasitas tersebut belum tentu langsung menurunkan harga minyak karena pasokan aktual, keamanan jalur, dan kemampuan pengolahan minyak juga berpengaruh.
Selat Hormuz menjadi sorotan setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mengganggu pengiriman energi dari kawasan Teluk. Jalur alternatif melalui Arab Saudi dapat membantu mengalihkan sebagian minyak menuju Laut Merah, tetapi rute tersebut juga menghadapi tantangan. Karena itu, investor dan pelaku industri energi masih perlu memperhatikan sejumlah faktor sebelum memperkirakan arah harga minyak dunia.
