Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Secangkir Kopi dan Cara Luke Ariefiandi Susun Masa Depan
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi memiliki hobi mengumpulkan action figure (Dok/Istimewa).
  • Luke Ariefiandi memulai hari dengan kopi dan pemetaan prioritas, termasuk rencana mingguan serta target pribadi-keluarga, untuk mengantisipasi tantangan meski rencana tidak selalu berjalan mulus.
  • Untuk mencegah burnout, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia itu mengambil jeda melalui olahraga, meditasi, pengaturan napas, dan mendengarkan musik 1990-an.
  • Pengaruh ayah, buku The Alchemist, dan seminar Tony Robbins membentuk Luke menjadi pribadi thoughtful, calm, dan curious dalam memandang tanggung jawab, tantangan, serta pembelajaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (31/10/2026)

Luke Ariefiandi menjelaskan kepada IDN Times bahwa ia selalu memetakan pekerjaan setiap hari dan merencanakan dua hingga tiga langkah ke depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Luke Ariefiandi membagikan kebiasaan merencanakan agenda, menetapkan prioritas, dan menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga, meditasi, pengaturan napas, serta waktu beristirahat.
  • Who?
    Luke Ariefiandi, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, menceritakan pengalaman, prinsip hidup, serta cara menghadapi tekanan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  • Where?
    Keterangan disampaikan di Jakarta. Luke juga berolahraga di gym yang berada dekat kantornya untuk memudahkan aktivitas fisik di tengah kesibukan kerja.
  • When?
    Luke menyampaikan keterangannya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia melakukan perencanaan setiap hari dan biasanya meninjau agenda sebelum pekan berikutnya dimulai.
  • Why?
    Perencanaan dilakukan agar Luke lebih siap menghadapi aktivitas, tantangan, dan kemungkinan tak terduga. Jeda serta aktivitas relaksasi dijalankannya untuk mencegah kelelahan atau burnout.
  • How?
    Ia memetakan tugas harian, merencanakan dua hingga tiga langkah ke depan, menetapkan target pribadi dan keluarga, lalu mengelola tekanan dengan olahraga, meditasi, mengatur napas, dan mendengarkan musik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Luke Ariefiandi minum kopi lalu membuat rencana sebelum bekerja. Ia juga membuat rencana untuk minggu depan, keluarga, dan hidupnya. Kalau lelah, Luke berhenti sebentar, olahraga, duduk diam, atau dengar lagu. Ia belajar kerja keras dari ayahnya. Sekarang Luke tetap suka belajar dan ingin tahu banyak hal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kisah Luke menunjukkan bahwa perencanaan yang disiplin dapat berjalan seiring dengan keluwesan menghadapi perubahan. Dengan memberi ruang untuk olahraga, meditasi, dan jeda saat tekanan meningkat, ia membangun ritme yang lebih seimbang. Sikap ingin tahu, tenang, dan mempertimbangkan berbagai konsekuensi turut memperkaya cara ia menghadapi pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Secangkir kopi menjadi teman Luke Ariefiandi mengawali hari. Namun, sebelum memulai kesibukan pekerjaan, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia ini punya kebiasaan lain yang tak kalah penting, yakni menyusun agenda dan menentukan prioritas.

Bagi Luke, mengetahui apa saja yang harus dikerjakan sejak awal hari membuatnya lebih siap menjalani berbagai aktivitas. Dia tidak terbiasa langsung menyelami pekerjaan begitu hari dimulai. Sebaliknya, dia lebih dulu memetakan tugas yang perlu diselesaikan.

Kebiasaan itu bahkan sudah dilakukan sebelum pekan berganti. Luke biasanya melihat gambaran besar pekerjaan dan agenda selama satu minggu ke depan. Tak hanya urusan kantor, dia juga memiliki target tahunan untuk kehidupan pribadi dan keluarga.

"Buat saya, planning (perencanaan) sangat penting dan menjadi salah satu aspek utama dalam hidup. Itu sebabnya, setiap hari, alih-alih langsung mengerjakan pekerjaan, saya selalu memetakan terlebih dahulu apa saja yang harus dikerjakan hari itu," ungkapnya kepada IDN Times, Sabtu (31/10/2026).

Kebiasaan menyusun rencana tersebut membuat Luke terbiasa menyiapkan langkah lebih jauh. Dia tidak hanya memikirkan apa yang harus dilakukan hari ini, tetapi juga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi berikutnya.

Dia menyebut kebiasaan tersebut sebagai upaya untuk selalu stay ahead of the curve atau selangkah lebih maju dalam menghadapi berbagai situasi.

Meski begitu, Luke tidak menampik bahwa rencana tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada banyak faktor dan kejadian tak terduga yang bisa mengubah keadaan. Namun, baginya, perencanaan tetap penting karena membuat seseorang lebih siap ketika menghadapi tantangan.

"Saya terbiasa merencanakan dua hingga tiga langkah ke depan. Itu yang saya rasa telah membantu saya selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam hidup dan pekerjaan. Apakah rencana selalu berhasil? Tentu tidak, karena banyak faktor dan hal tak terduga dalam hidup. Perencanaan tidak menjamin keberhasilan, tetapi membuat kita lebih siap saat menghadapi tantangan dan memberikan peluang lebih besar untuk berhasil," kata dia.

1. Belajar berhenti sejenak agar tidak burnout

Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi. (Dok/Istimewa).

Kendati terbiasa merencanakan berbagai hal, Luke memahami bahwa tidak semua aspek kehidupan bisa dikendalikan. Ada kalanya pekerjaan datang dengan tekanan yang tidak terduga dan membuat beban terasa semakin berat.

Dalam situasi seperti itu, dia tidak ingin terus memaksakan diri. Luke punya prinsip sederhana yang selalu diingatnya: seseorang perlu tahu kapan harus berhenti sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

"Ada yang pernah bilang kepada saya, saat beban dirasakan terlalu berat, bebannya ditaruh dulu sebentar, jangan dipikul terus. Itu yang membuat kita bisa jalan terus dan berjalan jauh," kata dia.

Bagi Luke, pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jika terus dipaksa bekerja tanpa jeda, seseorang berisiko mengalami kelelahan atau burnout.

Karena itu, dia punya beberapa cara untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Salah satunya dengan berolahraga. Luke bahkan berlangganan gym yang lokasinya dekat dengan kantor agar lebih mudah menyempatkan diri berolahraga di tengah kesibukan. Baginya, aktivitas fisik menjadi kesempatan untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan.

Saat berolahraga, dia bisa lebih fokus pada gerakan tubuh dan tidak perlu terus memikirkan berbagai urusan kantor. Keringat yang keluar setelah beraktivitas fisik menjadi salah satu cara baginya untuk melepas penat.

Selain olahraga, Luke sesekali meluangkan waktu untuk meditasi. Dia tidak membutuhkan aktivitas yang rumit. Cukup duduk diam dan menenangkan pikiran selama beberapa waktu.

Menurut dia, kebiasaan sederhana tersebut bisa membantu seseorang merasa lebih tenang dan kembali fokus.

"Sesekali meluangkan waktu untuk hanya duduk diam dan menenangkan pikiran akan membuat kita lebih merasa grounded dan calm," ujar dia.

Cara lain yang juga dilakukannya adalah mengatur napas. Luke menyadari, ketika seseorang sedang stres atau berada di bawah tekanan, ritme pernapasan sering kali menjadi tidak teratur.

Karena itu, dia memilih berhenti sejenak, menarik napas panjang, kemudian mengatur kembali ritme pernapasannya secara perlahan. Sederhana, tetapi cukup membantu dirinya menghadapi situasi yang penuh tekanan.

Di luar olahraga dan meditasi, Luke juga punya cara yang lebih santai untuk mengembalikan suasana hati. Mendengarkan lagu-lagu favorit era 1990-an sambil ikut bernyanyi menjadi salah satu hiburannya.

2. Sosok ayah hingga buku The Alchemist membentuk cara pandang Luke

Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi memiliki hobi mengumpulkan action figure (Dok/Istimewa).

Cara Luke memandang kehidupan, termasuk soal tanggung jawab, kerja keras, dan menghadapi tantangan, tidak terbentuk begitu saja. Ada sejumlah pengalaman dan sosok yang turut memengaruhi prinsip hidupnya.

Salah satu yang paling berpengaruh adalah sang ayah. Luke mengaku tidak tumbuh dari keluarga berada. Dia tidak dibesarkan dengan segala kemudahan. Justru dari kondisi tersebut, dia belajar banyak tentang perjuangan dan tanggung jawab.

Dia melihat bagaimana ayahnya menjalankan peran sebagai kepala keluarga, bekerja keras, serta berusaha mencari solusi ketika menghadapi berbagai persoalan. Dari sana, Luke memahami pentingnya berusaha memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.

"Saya bukan datang dari keluarga berada dan dibesarkan dengan silver spoon. Saya belajar dari ayah mengenai tanggung jawab sebagai kepala keluarga, bagaimana kita harus bisa mencari solusi, bekerja keras, dan berusaha memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga," kata dia.

Selain sang ayah, buku The Alchemist karya Paulo Coelho juga menjadi salah satu bacaan yang memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.

Buku tersebut mengajarkan Luke untuk berani menghadapi kehidupan dan memperjuangkan apa yang diinginkan. Namun, ada satu pelajaran yang paling menarik baginya, yakni terkadang sesuatu yang selama ini dicari justru sudah berada tepat di depan mata.

Pengalaman mengikuti seminar motivator Tony Robbins juga meninggalkan kesan tersendiri. Dari seminar tersebut, Luke mengingat satu pesan yang hingga kini masih dipegangnya, yakni change your story, change your life.

Pesan tersebut mengajarkan bahwa cara seseorang memandang suatu keadaan bisa menentukan bagaimana dia meresponsnya. Satu situasi yang sama bisa dilihat dari perspektif negatif maupun positif.

Pilihan perspektif tersebut kemudian memengaruhi suasana hati, pola pikir, hingga tindakan yang diambil. Karena itu, menurut Luke, perubahan kehidupan juga bisa dimulai dengan mengubah narasi yang selama ini dibangun seseorang tentang dirinya sendiri.

3. Thoughtful, calm, dan curious

ilustrasi bekerja (Pixabay.com/Rawpixel)

Berbagai pengalaman tersebut turut membentuk karakter Luke dalam menjalani kehidupan. Jika diminta menggambarkan dirinya dalam tiga kata, ia memilih thoughtful, calm, dan curious.

Kata thoughtful menggambarkan kebiasaannya mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan. Luke mengaku selalu berusaha melihat berbagai aspek dan konsekuensi dari setiap tindakan, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga kehidupan pribadi.

Sementara itu, calm berkaitan dengan pembawaannya yang cenderung tenang. Sebagai pribadi introvert, dia merasa tidak mudah bereaksi secara berlebihan ketika menghadapi situasi tertentu. Karakter tersebut juga membantunya tetap tenang saat berhadapan dengan berbagai tantangan.

Adapun curious menggambarkan rasa ingin tahunya yang besar terhadap banyak hal. Sifat tersebut mendorong Luke untuk terus belajar dan mencari pengalaman baru agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Baginya, keingintahuan bukan hanya tentang menambah pengetahuan. Ada kreativitas dan imajinasi yang ikut berkembang ketika seseorang terus membuka diri terhadap hal-hal baru.

Pada akhirnya, kehidupan Luke tidak hanya berkutat pada daftar pekerjaan dan target yang harus dicapai. Di tengah kebiasaannya merencanakan berbagai hal, dia juga belajar bahwa ada saatnya seseorang perlu memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Secangkir kopi di awal hari mungkin menjadi rutinitas sederhana. Namun, bagi Luke, memulai hari dengan perencanaan, tetap terbuka terhadap hal-hal yang tidak terduga, dan tahu kapan harus mengambil jeda menjadi bagian dari caranya menjaga langkah agar tetap bisa berjalan jauh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article