Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Terlibat Tabrakan dengan KRL

- Kecelakaan antara KRL Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menewaskan 3 orang dan melukai 29 lainnya pada Senin malam, 27 April 2026.
- KA Argo Bromo Anggrek telah beroperasi sejak 1995 sebagai layanan eksekutif unggulan KAI dengan berbagai pembaruan armada, termasuk desain Go Green dan New Image 2016.
- Kereta ini memiliki fasilitas mewah seperti kursi putar, colokan listrik, minibar, serta karaoke, menempuh rute Jakarta–Surabaya sejauh 725 km dalam waktu sekitar sembilan jam.
BUAT JAM 5 PAGI
Jakarta, IDN Times - Kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek meninggalkan duka mendalam.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Senin, (27/4/2026) pukul 20.53 WIB, di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
KRL rute Cikarang yang sedang berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek, dan menghancurkan bagian belakang rangkaian KRL.
Data terakhir, sebanyak 3 orang tewas, dan 29 lainnya mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis.
KA Argo Bromo Anggrek merupakan salah satu layanan transportasi kelas eksekutif dan luxury tertinggi yang dihadirkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Argo Bromo Anggrek merupakan kebanggaan Daerah Operasional 8 Surabaya. Berikut sejarahnya.
1. Sudah beroperasi selama lebih dari 30 tahun

Dikutip dari situs resmi Traveloka, Selasa (28/4/2026), KA Argo Bromo Anggrek resmi beroperasi sejak 31 Juli 1995, dengan nama Argo Bromo JS-950.
Nama tersebut menyiratkan makna spesifik. Adapun JS adalah singkatan dari Jakarta-Surabaya. Kemudian, 9 adalah waktu tempuh perjalanan, dan 50 adalah usia kemerdekaan Republk Indonesia saat peluncuran dilaksanakan.
KA Argo Bromo Anggrek sempat mengalami beberapa pergantian armada untuk menyempurnakan pelayanannya.
Pada 2011, livery Go Green hadir sebagai penyempurnaan kereta K9 Re-Engineering.
Kereta Go Green itu menawarkan interior dan eksterior yang lebih baik, serta toilet yang ramah lingkungan. Pada 2015, KA Argo Bromo Anggrek mengalami perombakan lagi dengan menggunakan Airline/Livery Kesepakatan.
Perkembangan terbarunya adalah di 2016, di mana KA Argo Bromo Anggrek menggunakan KA Eksekutif New Image 2016 yang lengkap dengan fitur modifikasi, tirai jendela, dan pijakan kaki yang dapat dilipat.
2. Spesifikasi dan fasilitas kereta

Dalam satu rangkaian kereta, KA Argo Bromo Anggrek terdiri dari 7-9 kereta eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.
Fasilitas dalam kereta kelas eksekutif Argo itu termasuk paling mewah di kelasnya. Setiap penumpang dapat menikmati tempat duduk nyaman yang dapat diputar dan memiliki sandaran punggung yang dapat diatur kelandaiannya.
Tak hanya itu itu, ada juga pijakan kaki, lampu baca, colokan listrik, bantal, selimut, dan meja lipat pada masing-masing tempat duduk tersebut.
Setiap gerbang penumpang juga dilengkapi dengan pendingin udara, TV LCD, dan toilet. KA Argo Bromo Anggrek juga menyediakan layanan hiburan untuk penumpang. Selain tayangan audio video, kereta makan di KA Argo Bromo Anggrek telah lengkap dengan minibar dan fasilitas karaoke.
Dengan 9 jam perjalanan, KA Argo Bromo Anggrek menempuh jarak 725 km. Laju ini termasuk yang tercepat dibandingkan kereta lain yang memerlukan waktu hingga 10-15 jam untuk rute yang sama.
Kereta itu mengangkut rata-rata 1.600 penumpang per hari, dengan dua perjalanan per hari.
Kereta pagi berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.30 WIB, dan dari Surabaya pukul 08.00 WIB. Untuk kereta malam, KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.30 WIB, dan dari Surabaya pukul 20.00 WIB.
Adapun tarif tiket untuk rute tersebut berkisar antara Rp375.000-Rp485.000 per penumpang, menyesuaikan posisi duduk, subkelas, dan hari perjalanannya. Untuk rute dengan jarak lebih dekat (misalnya Surabaya-Semarang, Gambir-Cirebon, Gambir-Semarang, dan Pekalongan-Semarang), tiket KA Argo Bromo Anggrek bertarif lebih murah, yakni mulai dari Rp285.000-Rp365.000.
3. Pernah anjlok dan sebabkan kerusakan dua jalur kereta

KA Argo Bromo Anggrek juga pernah terlibat kecelakaan, tepatnya pada 1 Agustus 2025 lalu. Insiden itu terjadi di Subang, Jawa Barat.
Insiden itu menyebabkan kerusakan pada dua jalur (hulu dan hilir), serta sekitar 4 kilometer (km) dari prasarana juga mengalami hal yang sama.
















