Jakarta, IDN Times - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus memantau dampak serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran sejak 28 Februari 2026 serta penutupan Selat Hormuz terhadap perekonomian Indonesia.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan, ada risiko gangguan terhadap rantai pasok global, terutama pasokan energi dan minyak bumi, serta peningkatan volatilitas pasar keuangan global menjadi perhatian utama. Ketegangan perdagangan global juga berpotensi menekan kinerja ekspor nasional melalui pelemahan permintaan eksternal dan peningkatan biaya logistik.
“Pemerintah terus memantau secara cermat dinamika geopolitik Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional. Fundamental eksternal Indonesia tetap baik, tercermin dari kinerja neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus selama 69 bulan berturut-turut,” ujar Febrio, Selasa (3/3/2026).
