Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sempat Menguat, Rupiah Berbalik Melemah di Penutupan

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya sih...
  • Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI, melemah tipis ke Rp16.811 per dolar AS.
  • Dolar AS masih hadapi sentimen negatif dari China dan ketegangan antara AS dan Iran.
  • Rupiah diprediksi melemah besok, dengan rentang Rp16.810-16.840 per dolar AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah tipis terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (10/2/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 6 poin atau 0,04 persen ke Rp16.811 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka menguat 2 poin ke level Rp16.803 per dolar AS.

Hari ini kurs rupiah diperdagangkan pada rentang Rp16.773-16.818 per dolar AS, dengan year to date(YTD) return 0,79 persen.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.799 per dolar AS.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Senin, (9/2/2026), yang berada di level RpRp16.38 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami penguatan sore ini dibandingkan kemarin.

2. Dolar AS masih hadapi sentimen negatif

Menurut analis pasar keuangan, Lukman Leong, sentimen negatif masih membayangi dolar AS dengan adanya dorongand dari China untuk mengurangi kepemilikan obligasi AS.

Analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi menyoroti dari sisi lain, yakni geopolitik. Menurutnya, pelaku pasar masih waspada dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

“Ketika kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini, dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran, Iran juga sebagian besar menolak seruan untuk menghentikan pengayaan nuklirnya – sebuah poin utama perselisihan bagi Washington,” kata Ibrahim dalam keterangannya.

3. Rupiah diprediksi melemah besok

Lukman sendiri memang memprediksi penguatan kurs rupiah akan terbatas, melihat investor yang masih menunggu rilis data penjualan ritel. Adapun Ibrahim melihat potensi kurs rupiah melemah pada perdagangan besok, Rabu (11/2/2026).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp16.810-16.840,” tutur Ibrahim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Pengusaha Tak Boleh Potong Gaji-Cuti Pegawai saat WFA Lebaran

10 Feb 2026, 18:00 WIBBusiness