Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sentimen MSCI, IHSG Rontok 3,61 Persen Sepekan Ini
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
  • IHSG turun 3,61 persen sepekan terakhir akibat sentimen negatif dari rilis Market Classification Review MSCI yang menyoroti transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
  • Investor asing mencatat jual bersih Rp3,43 triliun, sementara investor lokal mendominasi transaksi bursa dengan porsi 69 persen sepanjang pekan tersebut.
  • Di tengah pelemahan IHSG, saham BHAT dan PTPW menjadi top gainers, sedangkan ENRG dan ARKO tercatat sebagai top losers dengan penurunan lebih dari 19 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22-26 Mei 2026

IHSG melemah 3,61 persen dalam sepekan perdagangan. Investor asing mencatat jual bersih Rp3,43 triliun, sementara investor lokal mendominasi transaksi sebesar 69 persen.

24/6/2026

MSCI Inc merilis Market Classification Review dan mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Markets. MSCI menyoroti perlunya perbaikan transparansi kepemilikan saham dan memperingatkan potensi penurunan status pasar jika reformasi tidak dijalankan.

26/6/2026

Pelemahan IHSG berlanjut hingga penutupan perdagangan Jumat, turun 1,72 persen ke level 5.896,13 setelah rilis MSCI dua hari sebelumnya.

28/6/2026

Data IDX Mobile menunjukkan IHSG bergerak di kisaran 5.830–6.227 selama sepekan terakhir menurut laporan Minggu tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 3,61 persen sepanjang pekan 22–26 Mei 2026, dipengaruhi sentimen dari rilis Market Classification Review oleh MSCI Inc.
  • Who?
    MSCI Inc merilis tinjauan pasar terbaru, sementara OJK, BEI, dan KSEI disebut dalam laporan tersebut. Investor asing dan lokal turut memengaruhi pergerakan IHSG.
  • Where?
    Pelemahan terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang menjadi pusat aktivitas perdagangan saham nasional selama periode tersebut.
  • When?
    Pergerakan IHSG tercatat antara tanggal 22 hingga 26 Mei 2026, dengan data terakhir dikutip pada Minggu, 28 Juni 2026.
  • Why?
    Pelemahan IHSG dipicu kekhawatiran investor setelah MSCI menyoroti transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan memberi peringatan potensi penurunan status pasar.
  • How?
    Setelah rilis MSCI pada Rabu, IHSG turun tajam hingga 3,56 persen dan terus melemah sampai akhir pekan. Aksi jual bersih asing mencapai Rp3,43 triliun selama sepekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
IHSG turun banyak minggu ini, sampai 3,61 persen. Katanya ada kabar dari MSCI yang bilang Indonesia masih jadi pasar berkembang tapi harus lebih baik lagi. Banyak orang luar jual saham dan uangnya keluar banyak. Tapi ada juga beberapa saham yang naik tinggi sekali. Sekarang pasar saham lagi lemah dan orang hati-hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun IHSG melemah sepanjang pekan, dinamika pasar menunjukkan ketahanan dan partisipasi kuat dari investor domestik yang mendominasi 69 persen nilai transaksi. Selain itu, keberhasilan sepuluh saham mencatatkan kenaikan lebih dari 20 persen menandakan masih adanya ruang pertumbuhan di tengah tekanan global, sementara pengakuan MSCI atas empat reformasi pasar modal mencerminkan kemajuan struktural yang nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepekan terakhir ini (22-26 Mei 2026), sebesar 3,61 persen.

Berdasarkan data IDX Mobile yang dikutip Minggu (28/6/2026), IHSG bergerak pada kisaran 5.830 - 6.227 selama sepekan ini.

Pada Rabu (24/6/2026) lalu, MSCI Inc mengeluarkan rilis terbaru, yakni Market Classification Review.

Dalam laporan itu, MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang atau Emerging Markets.

MSCI mengakui ada 4 reformasi pasar modal yang telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Namun, MSCI juga memberikan peringatan pada pasar modal Indonesia untuk berbenah, terutama dari sisi implementasi keempat kebijakan di atas.

MSCI masih menggarisbawahi keterbukaan struktur kepemilikan saham di BEI yang disebut menjadi kekhawatiran investor global.  Sebab, hal itu bisa memengaruhi kemampuan investor untuk menakar jumlah saham free float. Bahkan, ada penekanan soal potensi mengurangi kepercayaan terhadap harga pasar yang terbentuk.

Jika perbaikan itu tak segera diwujudkan, MSCI mengingatkan Indonesia bisa saja turun kasta dari Emerging Markets ke kelompok pasar negara perintis atau Frontier Markets.

Usai rilis MSCI, pada penutupan perdagangan hari itu, IHSG melemah hingga 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88.

Pelemahan IHSG berlanjut hingga Jumat (26/6/2026) yang melemah 102,91 poin atau 1,72 persen ke level 5.896,13 pada penutupan perdagangan.

1. Modal asing Rp28,95 triliun cabut dari pasar modal RI

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Sepekan ini komposisi nilai transaksi di bursa didominasi oleh investor lokal, sebesar 69 persen, dan investor asing hanya 31 persen.

Dari nilainya, investor lokal memborong saham hingga Rp62,37 triliun, dan menjual saham Rp58,94 triliun.

Sementara itu, aksi jual investor asing lebih besar ketimbang aksi beli, senilai Rp28,95 triliun, dan aksi beli Rp25,52 triliun.

Dengan demikian, sepekan terakhir nilai jual bersih asing mencapai Rp3,43 triliun, meningkat dari pekan sebelumnya senilai Rp904,07 miliar.

2. BHAT hingga PTPW jadi saham top gainers

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

BEI melaporkan, sepekan ini ada 10 saham yang mencatatkan penguatan lebih dari 20 persen, dan menjadi saham-saham top gainers. Berikut daftarnya:

  1. PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) menguat 60 persen ke Rp2.080

  2. PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menguat 42,71 persen ke Rp1.370

  3. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menguat 34,23 persen ke Rp400

  4. PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) menguat 28,48 persen ke Rp212

  5. PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menguat 27,74 persen ke Rp350

  6. PT Pelayaran Nasional Bina Buana Ray Tbk (BBRM) menguat 26,73 persen ke Rp128

  7. PT Akasha Wira International Tbk (ADES) menguat 23,86 persen ke Rp32.700

  8. PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) menguat 21,05 persen ke Rp69

  9. PT Arthavest Tbk (ARTA) menguat 20,91 persen ke Rp2.660

  10. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 20,77 persen ke Rp1.250

3. ENRG hingga ARKO masuk daftar top losers

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Di tengah pelemahan IHSG, tercatat ada 10 saham yang mengalami pelemahan paling tajam, bahkan melebihi 18,9 persen. Berikut daftarnya:

  1. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melemah 25,45 persen ke Rp1.040

  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 24,55 persen ke Rp498

  3. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melemah 23,13 persen ke Rp206

  4. PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) melemah 21,59 persen ke Rp276

  5. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melemah 21,21 persen ke Rp520

  6. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 20,63 persen ke Rp500

  7. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melemah 19,38 persen ke Rp5.200

  8. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melemah 19,23 persen ke Rp126

  9. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) melemah 19,05 persen ke Rp153

  10. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melemah 18,93 persen ke Rp1.370

Editorial Team

Related Article