Tutup SPPG Bandel, Kepala BGN: Saya Enggak Peduli Itu Punya Siapa

- BGN mengevaluasi SPPG berdasarkan pemenuhan standar, bukan berdasarkan pemiliknya.
- SPPG yang tidak memenuhi standar dan tidak dapat diperbaiki akan ditutup permanen.
- Sudaryono menyebut sekitar 1.300 SPPG telah ditutup selama tiga pekan masa jabatannya sebagai Kepala BGN.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak melihat siapa pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, BGN hanya akan melihat apakah SPPG tersebut memenuhi standar yang ditetapkan. Jika tidak memenuhi standar dan tidak bisa diperbaiki, SPPG akan ditutup secara permanen.
"Saya nggak peduli itu SPPG-nya misalnya punya siapa, saya nggak lihat, saya lihat sistem. Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen," kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
1. BGN ingin lindungi SPPG yang bekerja baik

SPPG Palmerah menyiapkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (6/1/2025). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sudaryono mengatakan, langkah tegas tersebut juga ditujukan untuk melindungi mitra SPPG yang selama ini sudah bekerja dengan baik. Sementara itu, pihak yang masih bermasalah dan tidak mampu memperbaiki cara kerjanya akan ditindak tegas.
"Saya ucapkan terima kasih yang kerjanya sudah baik. Minta maaf kalau ada oknum-oknum yang masih belum perfect, belum bisa baik kerjanya dan izinkan saya bagi yang tidak baik dan nggak bisa kerja ini untuk kami tindak secara tegas," paparnya.
2. Sudaryono sudah tutup 1.300 SPPG

Salah satu SPPG yang ditutup di Lombok Timur (IDN Times/Lombok Timur) Sudaryono mengatakan, sekitar 1.300 SPPG telah ditutup selama tiga pekan sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BGN. Awalnya, sekitar 800 SPPG yang ditutup, kemudian 500 SPPG lainnya menyusul ditutup dalam evaluasi berikutnya.
"Jadi sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala," kata mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu.
3. SPPG yang tak ikuti standar akan disetop

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemendagri, Jakarta (13/8/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sudaryono mengatakan, SPPG yang tidak mau memperbaiki pelaksanaan program akan ditutup permanen. Menurutnya, pelaksanaan MBG harus mengikuti standar yang ditetapkan karena program tersebut berkaitan dengan pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
Karena itu, SPPG yang tidak mampu memenuhi standar, meski sudah diberi kesempatan untuk memperbaiki, tetap akan ditutup. Sudaryono menegaskan, keputusan tersebut tidak melihat siapa pemilik SPPG.
"Demi nyawa seseorang, demi kesehatan seseorang, demi pemenuhan gizi seluruh anak-anak kita, demi primanya program ini, maksudnya baik, tujuannya baik, tapi pelaksanaannya nggak bisa kau ikuti ya terpaksa harus, ya harus ditutup permanen," katanya.




















