Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Dikira Buatan Luar Negeri, 8 Brand Ini Produk Asli Indonesia!
Krisbow, produk Indonesia yang sering dikira dari luar negeri (krisbow.com)
  • Sejumlah merek yang kerap dikira asing ternyata produk asli Indonesia, dengan nama dan gaya pemasaran yang memberi kesan internasional.
  • J.Co didirikan Johnny Andrean pada 2005, sedangkan Hokben berdiri lewat PT Eka Bogainti milik Hendra Arifin pada 1985 di Jakarta.
  • Lea, Casablanca, dan Tomkins merupakan merek lokal: diproduksi perusahaan Indonesia, dengan Tomkins dirintis untuk pasar domestik sejak 2002.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Brand atau merek menjadi nilai jual bagi sebuah perusahaan. Semakin baik dan besar merek tersebut, semakin menjual juga produk-produknya. Terkadang, para pengusaha putar otak untuk membuat merek mereka terdengar keren dan mentereng agar punya nilai jual lebih.

Nama-nama istilah bahasa Inggris atau yang terdengar seperti bahasa Inggris kerap dinilai "lebih menjual".  Di Indonesia pun, banyak merek ternama yang dikira punya asing. Padahal, itu produk kebanggaan bangsa Indonesia lho.

IDN Times merangkum beberapa produk-produk yang sering dikira merek asing padahal brand asli Indonesia. Yuk, simak biar lebih bangga sama produk dalam negeri.

1. J.co

donut jco (Instagram.com/jcoindonesia)

J.co atau J.Co didirikan oleh salah seorang pengusaha salon asli Indonesia bernama Johnny Andrean pada 2005. Sebelumnya produk ini dikenal dengan nama J.co Donut & Coffee.

Ide awal merintis J.co muncul dari kebiasaan Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Amerika Serikat. Kala itu Johnny gemar mencicipi berbagai donat khas Amerika. Dari kegemarannya tersebut, Johnny mulai terinspirasi untuk memulai bisnis donat khas Amerika.

Dari ide bisnis donat tersebut, awalnya Johnny berniat untuk menjalin kerjasama dengan waralaba donat asli Amerika. Namun ternyata harapan tersebut tak jadi diwujudkan karena adanya keterbatasan seputar varian produk dan proses pemantauan kualitas. Akhirnya Johnny Andrean memutuskan untuk memulai bisnis donatnya secara independen.

2. Hokben

ilustrasi menu Hokben (instagram.com/hokben_id)

Hokben dikenal sebagai fast food yang menghidangkan makanan Jepang. Tak jarang yang mengira Hokben adalah merek franchise dari Jepang. Padahal, Hokben asli produk anak negeri.

Awalnya brand Hokben bernama Hoka Hoka Bento. Pada 18 April 1985, Hoka Hoka Bento pertama kalinya didirikan di bawah naungan PT Eka Bogainti.

Perusahaan tersebut didirikan oleh Hendra Arifin. Restoran pertama berlokasi di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

3. Lea Jeans

Twitter/@leajeans

Lea merupakan salah satu merek jeans terkemuka di dunia. Merek ini merupakan salah satu produksi dari perusahaan asal Indonesia yang beroperasi di Tangerang, Banten yang bernama PT Lea Sanent. Merek ini pertama kali diluncurkan sejak tahun 1976 untuk menyediakan pakaian casual, jeans serta aksesoris dengan desain dan gaya ala Amerika Latin.

Hal ini dipertegas dengan logo yang digunakan pada merek Lea sangat mirip dengan bendera negara adidaya tersebut. Karena beberapa hal inilah yang membuat beberapa orang terkecoh dengan merek Lea. Banyak orang menganggap bahwa Lea merupakan merek internasional asal Amerika.

4. Casablanca

Instagram/@priskilaid

Casablanca merupakan merek parfum, deodoran, dan produk perawatan tubuh yang pertama kali diperkenalkan pada 1980. Merek ini dimiliki oleh PT. Priskila Prima Makmur yang berkantor pusat di Jakarta.

Parfum Casablanca, yang dalam iklan-iklannya banyak menghadirkan model bule itu, nyatanya diproduksi di Muara Kapuk, Jakarta. Selain Casablanca, Priskila juga memproduksi produk-produk wewangian dan perawatan diri lainnya dengan merek Bellagio, Camellia, dan Regazza.

5. Tomkins

Instagram/@mytomkins

PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk. (“Perseroan”) didirikan pada tahun 1988 dengan nama PT Bintang Kharisma, dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada 1994, Perseroan mencatatkan dan menjual sahamnya di Bursa Efek Jakarta, dan menjadi PT Bintang Kharisma Tbk. Pada tahun 1997, Perseroan mengganti nama dari PT Bintang Kharisma Tbk  menjadi PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk.   

Perseroan bergerak di industri alas kaki, meliputi produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/casual ke pasar lokal dan internasional.  Pada awal pendirian, Perseroan memproduksi sepatu sport seluruhnya dengan tujuan ekspor. Namun, pada 2002, Reebok yang merupakan buyer utama Perseroan melakukan relokasi usaha yang berakibat terhentinya order

Seiring dengan terhentinya order ekspor tersebut, Perseroan mulai merintis penjualan sepatu di pasar dalam negeri dengan merek sendiri yaitu “Tomkins”.  Sampai saat ini, penjualan sepatu Tomkins telah tersebar ke seluruh Indonesia.   

Selain memproduksi dan memasarkan sepatu TOMKINS, Perseroan juga menerima order produksi sepatu merek lain untuk keperluan ekspor, seperti Lonsdale, Dunlop, Firetrap, dan lain-lain.

6. The Executive

The Executive (lippomallpuri.com)

EXECUTIVE atau yang dahulu dikenal sebagai The Executive adalah merek pakaian kerja dan gaya hidup dinamis untuk pria dan wanita dengan standar kualitas internasional. Dengan kualitas tersebut, tak heran jika banyak orang mengira ini adalah produk luar negeri.

Padahal Executive adalah produk fesyen asal Indonesia di bawah naungan PT Delami Garment Industries (Delamibrands). Perusahaan induk Delamibrands didirikan oleh Johanes Farial di Bandung sebagai industri rumahan pembuat celana panjang pada 1979.

Pada 1984, brand Executive 99 diciptakan sebagai pemimpin pasar celana pria. Pada 2000, merek ini berganti nama menjadi The Executive seiring pergantian kepemilikan dan perluasan lini produk.

Pada 2022, produk ini melakukan rebranding menjadi EXECUTIVE, menanggalkan kata "The" guna memperluas pasar dari pakaian kantor formal (officewear) menjadi pakaian kerja harian yang kasual dan modern (workwear & lifestyle).

7. SilverQueen

Produk SilverQueen (instagram.com/@silverqueenid)

Salah satu penguasa pasar produk coklat batangan di Indonesia ini seringkali dikira produk asal luar negeri. Maklum, nama brandnya menggunakan bahasa Inggris.

Padahal, SilverQueen adalah merek cokelat legendaris asal Garut, Jawa Barat, Indonesia yang lahir pada 1950-an. Brand ini lahir di bawah naungan PT Perusahaan Industri Ceres yang didirikan oleh Ming Chee Chuang, seorang imigran asal Burma (Myanmar) keturunan Tionghoa.

8. Krisbow

Krisbow, merek perkakas asal Indonesia milik Kawan Lama Group (krisbow.com)

Krisbow adalah merek perkakas, permesinan, dan perlengkapan teknik asal Indonesia yang diluncurkan pada tahun 1998 oleh Kawan Lama Group. Merek ini lahir saat krisis moneter untuk menyediakan produk alternatif berkualitas dengan harga terjangkau.

Nama "Krisbow" berasal dari singkatan nama Krisnandi Wibowo, salah satu putra pendiri kelompok usaha tersebut. Awalnya, Kawan Lama adalah toko perkakas sederhana milik Wong Jin yang berdiri sejak 1955 di kawasan Glodok, Jakarta Barat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article