Rumah Makan Pagi Sore (pagisore.id)
Keberadaan Pagi Sore selama lebih dari lima dekade menunjukkan bahwa bisnis tersebut mampu bertahan melewati perubahan generasi. Dari usaha yang dirintis H. Lismar dan H. Sabirin pada 1973, Pagi Sore berkembang menjadi jaringan rumah makan yang dikenal di sejumlah wilayah Indonesia. Kesinambungan tersebut juga tidak terlepas dari keterlibatan keluarga dan generasi penerus dalam mengelola serta memperluas bisnis.
Popularitas Pagi Sore turut dipengaruhi oleh citranya sebagai restoran Padang dengan konsep yang lebih modern dan premium. Harga menu yang relatif tinggi menjadi bagian dari karakter restoran, sementara sajian khas Minang tetap menjadi daya tarik utama. Perpaduan antara tradisi kuliner dan konsep restoran tersebut membuat Pagi Sore memiliki posisi yang berbeda dibandingkan banyak rumah makan Padang lainnya.
Jadi, jika pertanyaannya adalah siapa pemilik Pagi Sore, nama H. Lismar dan H. Sabirin merupakan jawaban untuk sosok pendiri awalnya. Setelah keduanya berpisah pada 2003, bisnis Pagi Sore diteruskan melalui dua manajemen dan keluarga yang berbeda dengan identitas branding masing-masing. Sejarah panjang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Pagi Sore hingga tetap dikenal sebagai salah satu nama besar dalam bisnis kuliner Minang di Indonesia.
Pagi Sore pada awalnya dibangun oleh dua sahabat asal Bukittinggi yang berhasil mengembangkan usaha kuliner dari Palembang hingga ke berbagai daerah. Perpisahan H. Lismar dan H. Sabirin kemudian membuat bisnis tersebut berjalan dalam dua manajemen, tetapi nama Pagi Sore tetap dipertahankan oleh masing-masing pihak. Karena itu, memahami sejarah pendiri dan pecah kongsi menjadi kunci untuk mengetahui siapa pemilik Pagi Sore.