Siapa Pemilik Tiffany & Co? Berikut Sejarahnya

- Tiga tahun kemudian, Tiffany menjadi perusahaan AS pertama yang menetapkan standar perak sterling .925. Pada 1862, Presiden Abraham Lincoln membeli kalung dan anting mutiara benih Tiffany.
- LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE (LVMH) mengumumkan akuisisi Tiffany & Co. dengan harga 135 per saham secara tunai pada 2019.
- Transaksi tersebut menempatkan nilai ekuitas Tiffany sekitar 14,7 miliar euro atau setara 16,2 miliar dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Tiffany & Co. dikenal sebagai salah satu merek dagang paling ikonik dalam perhiasan mewah. Rumah perhiasan itu telah menjadi simbol kemewahan dan keahlian tinggi dalam memproduksi berlian dan perhiasan sejak abad 19.
Charles Lewis Tiffany adalah sosok di balik perusahaan tersebut. Dia dikenal sebagai pengusaha visioner yang berambisi menghadirkan permata langka dan luar biasa. Saat membuka Tiffany & Co. sebagai toko barang mewah dan alat tulis di New York pada 1837, dia menetapkan standar baru kemewahan.
Dilansir dari situs resmi perusahaan, pembelian permata dari bangsawan Prancis pada 1840-an menandai kemunculan pertama batu besar di AS, membuat pers menobatkannya sebagai "The Diamond Kings" julukan yang masih dipegang perusahaan hingga kini.
1. Era awal dan perkembangan Tiffany

Pada 1848, Tiffany menjadi tujuan utama untuk berlian ketika Charles Lewis Tiffany membawa permata Eropa ke Amerika, sehingga elit negara bisa membeli perhiasan besar di dalam negeri. Tiga tahun kemudian, Tiffany menjadi perusahaan AS pertama yang menetapkan standar perak sterling .925.
Berselang lima tahun, Charles Lewis Tiffany memperkenalkan jam Atlas setinggi sembilan kaki di atas tokonya, yang hingga kini masih berdiri di The Landmark, 57th Street dan Fifth Avenue, menjadi jam publik tertua di New York. Pada 1862, Presiden Abraham Lincoln membeli kalung dan anting mutiara benih Tiffany untuk istrinya yang dipakai pada pesta pelantikan.
Tahun 1868, Tiffany & Co. mulai memproduksi desain perhiasan emas, membuka akses kemewahan bagi masyarakat Amerika. Pada 1877, Charles Lewis Tiffany membeli berlian kuning seberat 287,42 karat yang kemudian dipotong menjadi 128,54 karat dan dikenal sebagai Tiffany Diamond, salah satu berlian kuning terbaik dunia.
Tiffany juga mendesain ulang Great Seal Amerika pada 1885, yang masih tercetak di uang dolar. Pada 1887, perusahaan membeli French Crown Jewels untuk kemudian ditempatkan dalam desain Tiffany dan dijual ke kalangan elit Amerika.
Di awal abad ke-20, Louis Comfort Tiffany, putra Charles, menjadi Direktur Desain pertama perusahaan, membawa estetika Art Nouveau yang kini menjadi inspirasi para desainer Tiffany. Toko utama Tiffany kemudian dibuka di sudut 57th Street dan Fifth Avenue pada 1940, menjadikan kawasan tersebut tujuan belanja utama New York.
Pada 1955, Gene Moore mengubah jendela toko utama menjadi mini-teater kreatif, diikuti oleh desainer legendaris Jean Schlumberger pada 1956 yang membawa inovasi baru dalam desain perhiasan.
Tahun 1974, Elsa Peretti bergabung dan merevolusi perhiasan dengan estetika modern, diikuti John Loring sebagai Direktur Desain pada 1979 yang membentuk warisan desain Tiffany selama empat dekade.
2. LVMH akuisisi Tiffany & Co pada 2019

Dilansir situs web resminya, LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE (LVMH), grup mewah terbesar di dunia, resmi mengumumkan akuisisi Tiffany & Co. dengan harga 135 per saham secara tunai pada 2019.
Transaksi tersebut menempatkan nilai ekuitas Tiffany sekitar 14,7 miliar euro atau setara 16,2 miliar dolar AS. LVMH merupakan brand milik Bernard Arnault.
Akuisisi tersebut diharapkan memperkuat posisi LVMH di bisnis perhiasan sekaligus meningkatkan kehadirannya di Amerika Serikat. Tiffany menjadi bagian dari divisi Watches & Jewelry LVMH dan melengkapi 75 brand ternama yang dimiliki perusahaan.
3. Sikap terhadap sosial dan lingkungan

Tiffany & Co. Foundation didirikan pada 2000 untuk mendukung konservasi laut dan daratan, dengan hibah lebih dari 100 juta dolar AS. Pada 2015, Tiffany bergabung dengan perusahaan lain untuk menargetkan emisi gas rumah kaca net-zero pada 2050.
Pada 2021, lelang jam Patek Philippe Ref. 5711 Nautilus dengan dial Tiffany Blue® menghasilkan lebih dari 6,5 juta dolar AS untuk The Nature Conservancy.
Tiffany & Co. membuka kembali The Landmark di 57th Street dan Fifth Avenue pada 2023, menampilkan 10 lantai berisi karya baru, berlian, batu permata, dan desain custom oleh seniman dunia.

















