Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengusaha Indonesia Akan Ikut Prabowo ke AS Pekan Depan

Apindo Matangkan Strategi Sambut Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani di Jakarta, Rabu (13/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya sih...
  • Kesepakatan tarif diharapkan perkuat hubungan dagang kedua negara. Pelaku usaha ingin tarif yang menjaga daya saing produk ekspor Indonesia di pasar AS, terutama sektor padat karya.
  • Sejumlah pelaku usaha akan ikut kunjungan ke AS. Potensi ekspor ke AS masih terbuka lebar, termasuk sektor tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, dan kelapa sawit.
  • Nilai neraca dagang Indonesia-AS capai 21,12 miliar dolar AS. Surplus nonmigas mencapai 21,12 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus terbesar berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik serta pakaian rajutan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memastikan kesiapan pelaku usaha menjelang penandatanganan perjanjian tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) dengan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada 19 Februari 2025.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pemerintah dan dunia usaha telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan peluang dari kesepakatan tersebut.

“Persiapannya sudah matang. Kami akan membawa asosiasi dan pelaku usaha dari berbagai sektor yang memiliki kepentingan dengan AS,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (12/2/2026) malam.

1. Kesepakatan tarif diharapkan perkuat hubungan dagang kedua negara

Apindo Matangkan Strategi Sambut Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS
Shinta Kamdani di Kantor IDN Times (IDN Times/Shinta Kamdani)

Ia berharap kesepakatan ini dapat memperkuat hubungan dagang kedua negara, khususnya melalui skema tarif yang lebih kompetitif. Menurutnya, pelaku usaha menginginkan tarif yang mampu menjaga daya saing produk ekspor Indonesia di pasar AS. Di sisi lain, ia menambahkan, sektor padat karya menjadi salah satu prioritas yang diharapkan memperoleh perlakuan tarif lebih baik.

“Kami berharap sektor-sektor padat karya bisa mendapatkan tarif yang lebih kompetitif,” katanya.

2. Sejumlah pelaku usaha akan ikut kunjungan ke AS

Apindo Matangkan Strategi Sambut Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS
ilustrasi ekspor (pexels.com/Fred dendoktoor)

Shinta menilai potensi ekspor ke AS masih terbuka lebar. Sejumlah pelaku usaha juga dijadwalkan ikut dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke AS. Sektor yang akan terlibat antara lain tekstil dan produk tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, hingga kelapa sawit. Di sisi lain, Indonesia juga masih mengimpor sejumlah komoditas dari AS seperti kedelai, gandum, jagung, dan kapas.

“Pelaku usaha akan turut mendukung pemerintah dalam penyelesaian perjanjian ini. Saat ini kami masih mengoordinasikan peserta karena waktunya cukup terbatas,” ucap Shinta.

3. Nilai neraca dagang Indonesia-AS capai 21,12 miliar dolar AS

Apindo Matangkan Strategi Sambut Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS
ilustrasi ekspor (pexels.com/Chanaka E)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia dengan AS mencatat surplus 18,11 miliar dolar AS sepanjang 2025. Surplus nonmigas bahkan mencapai 21,12 miliar dolar AS.

Komoditas penyumbang surplus terbesar berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar 5,09 miliar dolar AS, pakaian dan aksesori rajutan 2,81 miliar dolar AS, serta alas kaki 2,75 miliar dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Harga Emas Antam Terjun Bebas Jelang Akhir Pekan

13 Feb 2026, 08:49 WIBBusiness