Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Singapura Dorong Perbankan Gunakan AI untuk Ciptakan Pekerjaan Baru
Ilustrasi Bendera Singapura (freepik.com/natanaelginting)
  • Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, mendorong sektor perbankan memanfaatkan AI untuk menciptakan pekerjaan baru dan meningkatkan daya saing tanpa mengorbankan tenaga kerja.
  • Sejumlah bank global seperti Standard Chartered dan HSBC berencana memangkas ribuan pegawai akibat otomatisasi dan penerapan AI dalam operasional mereka.
  • Otoritas keuangan Singapura dan Hong Kong menyoroti dampak efisiensi berbasis AI terhadap lapangan kerja, sementara pemerintah Singapura menyiapkan pelatihan agar tenaga kerja siap menghadapi transformasi digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, mengimbau perusahaan perbankan dan keuangan untuk memanfaatkan akal imitasi (AI) guna menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Ia mengingatkan agar teknologi ini digunakan untuk melatih pekerja mengisi posisi baru yang lebih strategis, bukan sekadar menekan biaya operasional perusahaan melalui pemutusan hubungan kerja.

Imbauan tersebut disampaikan dalam acara DBS Leaders Dialogue di Singapura pada Rabu (20/5/2026). Pernyataan ini merespons langkah sejumlah bank global, seperti Standard Chartered dan HSBC, yang berencana mengurangi puluhan ribu pegawainya sebagai dampak dari pemanfaatan otomatisasi dan teknologi AI.

1. Ajakan pemerintah Singapura untuk ikuti perkembangan AI

Gan Kim Yong menegaskan bahwa Singapura tidak boleh tertinggal dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, memperlambat penerapan AI justru akan menurunkan daya saing dan pada akhirnya merugikan para pekerja. Ia meminta perusahaan memikirkan potensi pekerjaan baru yang bisa diciptakan dan cara melatih pegawai untuk posisi tersebut.

"Bagi Singapura, kita tidak mungkin menolak perubahan. Jika kita memperlambat penggunaan AI, daya saing kita akan turun dan akhirnya malah merugikan para pekerja," kata Gan Kim Yong, dilansir The Business Times.

Laporan Global AI Financial Hub Index dari DBS Group Research menempatkan Singapura di posisi ketiga sebagai pusat keuangan AI dunia. Laporan itu menyebut Singapura sebagai pasar terbuka yang paling siap menggabungkan kemampuan AI dengan sistem lembaga keuangan skala besar.

2. Rencana pengurangan pegawai di bank global

Sebelumnya, Standard Chartered mengumumkan rencana pengurangan lebih dari 7.000 posisi pegawai dalam empat tahun ke depan. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mengganti sumber daya manusia pada pekerjaan rutin dengan investasi di bidang teknologi dan AI. Posisi yang paling banyak terdampak berada di pusat layanan bantuan di Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa.

Sementara itu, HSBC juga tengah mempertimbangkan pengurangan hingga 20 ribu posisi di seluruh dunia dalam perombakan operasional perusahaan. Pimpinan HSBC menyatakan dalam pertemuan dengan penanam modal di Hong Kong bahwa AI generatif akan mengubah ketersediaan lapangan kerja di masa depan.

"Kita semua tahu AI generatif akan menghilangkan pekerjaan tertentu, tetapi teknologi ini juga akan menciptakan pekerjaan baru," kata CEO HSBC, Georges Elhedery.

3. Tanggapan lembaga pengawas keuangan

Rencana efisiensi bank global tersebut langsung ditanggapi oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA). Kedua lembaga pengawas ini mempertanyakan apakah AI hanya dijadikan alasan untuk membenarkan pengurangan jumlah pegawai. HKMA secara khusus meminta penjelasan lebih rinci mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap ketersediaan lapangan kerja.

Menanggapi tantangan teknologi ini, pimpinan DBS Group menilai bahwa wilayah Singapura yang kecil justru bisa menjadi kelebihan apabila didukung oleh pemanfaatan AI secara maksimal.

"Wilayah yang kecil dengan dukungan AI berarti tenaga kerja kita yang terbatas sekarang bisa melakukan lebih banyak hal. Perusahaan harus tetap melibatkan karyawan dan nasabah karena peran manusia tetap penting," kata CEO DBS Group, Tan Su Shan.

Sebagai langkah persiapan jangka panjang, Pemerintah Singapura terus mengadakan program magang dan pelatihan. Langkah ini bertujuan untuk menyiapkan lulusan baru agar siap bersaing dan bekerja di sektor keuangan yang telah menerapkan teknologi AI.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team