Jakarta, IDN Times — Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, mengimbau perusahaan perbankan dan keuangan untuk memanfaatkan akal imitasi (AI) guna menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Ia mengingatkan agar teknologi ini digunakan untuk melatih pekerja mengisi posisi baru yang lebih strategis, bukan sekadar menekan biaya operasional perusahaan melalui pemutusan hubungan kerja.
Imbauan tersebut disampaikan dalam acara DBS Leaders Dialogue di Singapura pada Rabu (20/5/2026). Pernyataan ini merespons langkah sejumlah bank global, seperti Standard Chartered dan HSBC, yang berencana mengurangi puluhan ribu pegawainya sebagai dampak dari pemanfaatan otomatisasi dan teknologi AI.
