Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sinyal Dovish The Fed Bikin Rupiah Perkasa ke Rp17.642
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup menguat 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.642 per dolar AS pada Jumat.
  • Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dari Rp17.612 hingga Rp17.649 per dolar AS setelah dibuka di Rp17.627.
  • Pasar menyoroti konflik di Selat Hormuz, sinyal disinflasi The Fed, serta proyeksi pergerakan rupiah pada pekan depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
awal pekan

AS menyerang sejumlah target Iran, termasuk aset militer di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian melancarkan serangan terhadap posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Kamis

JD Vance mengatakan AS tidak akan membuka pembicaraan dengan Iran sebelum Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

Jumat (4/9/2026)

Rupiah ditutup menguat 37 poin atau 0,21 persen di level Rp17.642 per dolar AS.

Senin (7/9/2026)

Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.640 hingga Rp17.690 per dolar AS dan berpotensi melemah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kurs rupiah menguat dan ditutup di level Rp17.642 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, pelaku pasar, Christopher Waller, dan Ibrahim Assuaibi terkait dalam pergerakan serta proyeksi kurs.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Pada penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026).
  • Why?
    Pelaku pasar merespons positif sinyal dovish Christopher Waller dari The Fed.
  • How?
    Rupiah naik 37 poin atau 0,21 persen dari Rp17.679 dan sempat menguat hingga 70 poin sepanjang perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah adalah uang Indonesia. Pada Jumat, nilainya naik menjadi Rp17.642 untuk satu dolar AS. Orang pasar melihat kata Christopher Waller dari The Fed tentang inflasi dan suku bunga. Ada juga konflik AS dan Iran di Selat Hormuz. Pekan depan, Ibrahim Assuaibi bilang rupiah mungkin bergerak naik turun lagi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026). Rupiah parkir di level Rp17.642 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 37 poin atau 0,21 persen. Mata uang Garuda sempat menguat hingga 70 poin sepanjang perdagangan, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.679 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.627 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak dalam rentang Rp17.612 hingga Rp17.649 per dolar AS.

1. Rupiah menguat di tengah konflik AS-Iran yang memanas

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, eskalasi konflik antara militer AS dan Iran kembali meningkat setelah AS menyerang sejumlah target Iran pada awal pekan, termasuk aset militer di sekitar Selat Hormuz. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

"Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Iran telah memperluas pembatasan pelayaran internasional di jalur perairan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran bahwa gangguan dapat terus berlanjut dan memperketat pasokan di pasar minyak global," kata Ibrahim.

Eskalasi konflik juga memunculkan kekhawatiran terkait korban sipil. Serangan AS dilaporkan mengenai lokasi pesta pernikahan di wilayah selatan Iran dan menewaskan sejumlah warga sipil, yang kemudian memicu kecaman dari pemerintah Teheran.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa AS tidak akan membuka pembicaraan dengan Iran selama Teheran belum menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

2. Sinyal dovish The Fed jadi sentimen positif

Pelaku pasar merespons positif sinyal dovish dari Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Christopher Waller. Pernyataan tersebut turut menjadi perhatian pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed pada September.

Waller mengatakan dirinya mulai melihat tanda-tanda disinflasi dalam data terbaru. Menurutnya, keputusan mengenai suku bunga pada September akan sangat bergantung pada data inflasi Agustus.

Dia juga menyatakan akan mendukung penahanan suku bunga apabila data inflasi Agustus kembali menunjukkan adanya kemajuan dalam proses disinflasi.

"Para pedagang kini menunggu laporan Nonfarm Payrolls (NFP) hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru tentang prospek kebijakan moneter The Fed," ujarnya.

Data NFP diperkirakan menunjukkan penambahan 56.000 lapangan kerja pada Agustus. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di level 4,1 persen.

3. Rupiah diprediksi fluktuatif pekan depan

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada awal pekan depan masih akan berlangsung fluktuatif. Untuk perdagangan Senin (7/9/2026), rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.640 hingga Rp17.690 per dolar AS dan berpotensi melemah.

Sementara itu, dalam perdagangan sepanjang pekan depan, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.550 hingga Rp17.850 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article