Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap dolar AS turut datang dari data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38 ribu pada Agustus. Angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar sebesar 47 ribu dan melambat dibandingkan pertambahan 46 ribu pada periode sebelumnya.
Di sisi kebijakan moneter, Ibrahim mengatakan pelaku pasar masih meningkatkan spekulasi The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Spekulasi tersebut menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu.
"Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64 persen, naik dari 36 persen pada pekan sebelumnya," ujar Ibrahim.