Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sinyal Dovish The Fed Mencuat, Rupiah Menguat Lawan Dolar Pagi Ini
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.628 per dolar AS pada Jumat pagi.
  • Lukman Leong menilai sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar dari Waller dapat melemahkan dolar AS.
  • Data pekerjaan swasta AS bertambah 38 ribu pada Agustus, sementara dua pengamat memberikan rentang proyeksi rupiah untuk perdagangan hari ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus

Data ADP Employment Change menunjukkan pekerja sektor swasta AS bertambah 38 ribu.

pekan lalu

Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole.

pekan sebelumnya

Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September berada di kisaran 36 persen.

Jumat (4/9/2026)

Rupiah menguat terhadap dolar AS pada awal perdagangan akhir pekan. Hingga pukul 09.08 WIB, rupiah berada di Rp17.628 per dolar AS.

15-16 September

Pertemuan The Fed dijadwalkan berlangsung. Probabilitas kenaikan suku bunga menurut CME FedWatch berada di kisaran 64 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rupiah menguat 51 poin atau 0,29 persen ke Rp17.628 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, dolar AS, Lukman Leong, Ibrahim Assuaibi, Waller, dan The Fed terlibat dalam pergerakan serta proyeksi pasar.
  • Where?
    Jakarta, dalam perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
  • When?
    Jumat (4/9/2026), hingga pukul 09.08 WIB.
  • Why?
    Pernyataan dovish Waller dan data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan dinilai menekan dolar AS.
  • How?
    Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik dari penutupan sebelumnya. Lukman memproyeksikan rentang Rp17.600-Rp17.750, sedangkan Ibrahim Rp17.630-Rp17.680 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah pagi ini naik sedikit saat ditukar dengan dolar AS. Rupiah menjadi Rp17.628 untuk satu dolar. Lukman Leong bilang kata-kata Waller dari The Fed membuat dolar melemah. Ibrahim Assuaibi juga melihat data pekerja di AS lebih lemah. Rupiah masih diperkirakan bisa naik atau bergerak berubah-ubah hari ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada awal perdagangan memberikan gambaran bahwa tekanan terhadap dolar AS turut diperhatikan pasar. Pernyataan dovish Waller dan data tenaga kerja AS yang lebih lemah menjadi faktor yang dicermati pengamat. Proyeksi dua pengamat juga menyediakan rentang pergerakan rupiah untuk perdagangan hari ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat sebesar 51 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp17.628 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Pernyataan dovish pejabat The Fed tekan dolar AS

Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS. Penguatan tersebut terjadi di tengah munculnya pernyataan dovish dari pejabat Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), Waller.

Pernyataan dovish mengacu pada sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar, termasuk kemungkinan penurunan atau penahanan suku bunga. Sikap tersebut dinilai menekan dolar AS sekaligus mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed," kata dia.

2. Data tenaga kerja AS melemah

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap dolar AS turut datang dari data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38 ribu pada Agustus. Angka tersebut berada di bawah perkiraan pasar sebesar 47 ribu dan melambat dibandingkan pertambahan 46 ribu pada periode sebelumnya.

Di sisi kebijakan moneter, Ibrahim mengatakan pelaku pasar masih meningkatkan spekulasi The Fed dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Spekulasi tersebut menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh mengambil sikap lebih tegas terhadap inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu.

"Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64 persen, naik dari 36 persen pada pekan sebelumnya," ujar Ibrahim.

3. Proyeksi pergerakan rupiah di perdagangan hari ini

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif, tetapi berpeluang ditutup menguat. Dia memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp17.630 hingga Rp17.680 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article