Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
Lebih lanjut, Ananta mengungkapkan, sejak berdiri hingga Juni 2026, SMF telah menyalurkan pembiayaan dengan nilai akumulasi mencapai Rp141,61 triliun. Khusus pada semester I 2026, penyaluran pembiayaan perseroan mencapai Rp14,09 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kepada masyarakat.
"SMF terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. Peran ini semakin penting karena pembiayaan perumahan memiliki tenor jangka panjang, sementara sumber pendanaan lembaga keuangan umumnya berjangka lebih pendek," jelasnya.
Selain menyalurkan pembiayaan, SMF juga menjalankan fungsi sebagai liquidity provider melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga Juni 2026, perseroan telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp14,21 triliun.
SMF juga berperan menyediakan dana pendamping sebesar 25 persen dalam Program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance yang mengombinasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan dana hasil penerbitan surat utang SMF.
Hingga Juni 2026, akumulasi PMN yang diterima SMF untuk mendukung program KPR FLPP mencapai Rp17,91 triliun. Dana tersebut kemudian dioptimalkan melalui pendanaan SMF sehingga menghasilkan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp36,77 triliun, yang telah mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah.