Jakarta, IDN Times - Raksasa kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, melaporkan pendapatan mereka turun 4,5 persen secara tahunan (year on year) menjadi 9,14 miliar dolar AS atau setara Rp165,78 triliun(kurs Rp18.132) pada kuartal keempat tahun fiskal 2026, Kamis (29/10/2026). Penurunan pendapatan tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan laba bersih perusahaan yang mencapai 408,8 persen.
Dilansir Xinhua, lonjakan laba bersih tersebut sebagian mencerminkan penurunan tajam pada biaya restrukturisasi serta penurunan nilai aset. Laporan kinerja keuangan ini mencakup periode kuartal 13 pekan yang berakhir pada 27 September.
