Malaysia merupakan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia sehingga perubahan stoknya dapat memengaruhi pergerakan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Pada September 2026, persediaan minyak sawit Malaysia melonjak menjadi 3,51 juta ton, level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang arah harga CPO dan dampaknya terhadap industri sawit di kawasan Asia Tenggara.
Lonjakan stok tersebut terjadi ketika produksi Malaysia meningkat, sedangkan ekspornya justru melemah. Namun, pasar tidak hanya memperhitungkan persediaan saat ini, tetapi juga perkembangan permintaan ekspor dan prospek produksi dalam beberapa bulan mendatang. Lantas, apa saja dampak yang perlu diperhatikan dari menumpuknya stok CPO Malaysia?
