Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stok Gas Pembangkit PLN di Kisaran 12 Hari, Batu Bara 15,9 Hari
Ilustrasi meteran listrik (IDN Times/Paulus Risang)
  • PLN memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi normal dengan daya mampu neto 71 GW dan cadangan daya 39 persen hingga Maret 2026.
  • Rata-rata stok gas pembangkit mencapai 12 hari operasi, sementara pasokan batu bara berada di level aman sekitar 15,9 hari operasi.
  • Kementerian ESDM menegaskan pasokan listrik nasional tetap stabil meski situasi geopolitik global bergejolak, dengan cadangan daya yang mencukupi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan sistem kelistrikan nasional dalam status normal. Dia menyebut daya mampu neto saat ini mencapai 71 gigawatt (GW) dengan cadangan daya atau reserve margin di level 39 persen hingga Maret 2026.

Menurut Darmawan, angka tersebut menunjukkan pasokan listrik nasional dalam kondisi andal. Hal itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

"Sistem kelistrikan nasional sampai dengan Maret dalam kondisi normal. Daya mampu neto 71 gigawatt, reserve margin sekitar 39 persen, sehingga pasokan listrik nasional dalam kondisi yang andal," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

1. Stok gas untuk pembangkit di kisaran 12 hari

Ilustrasi petugas PLN yang sedang melakukan pengecekan jaringan listrik di IKN. Foto PLN

Mengenai pasokan energi primer, Darmawan menjelaskan, rata-rata hari operasi (HOP) untuk cadangan gas berada di kisaran 12 hari. Dia memastikan pengiriman gas alam cair (LNG) telah terjadwal secara rutin tanpa adanya kendala berarti.

Darmawan mengapresiasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas dukungannya dalam pemenuhan kuota gas nasional. Menurutnya, koordinasi tersebut membuat kebutuhan gas untuk pembangkit-pembangkit PLN tetap terjaga dengan baik.

"HOP atau hari operasi untuk cadangan gas ini rata-rata sekitar 12 hari. Artinya, secara umum pengiriman LNG sudah terjadwal dan secara umum tidak ada kendala," ujar dia.

2. Pasokan batu bara rata-rata 15,9 hari

PLTU Suralaya menyumbang 10 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa, Madura dan Bali dengan kapasitas Daya Mampu Netto (DMN) dan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 3.221,6 MW. (dok. PLN)

Selain gas, stok batu bara nasional hingga April 2026 juga dilaporkan dalam posisi aman dengan rata-rata 15,9 hari operasi. Darmawan mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan ketersediaan bahan bakar yang stabil untuk mengoperasikan pembangkit listrik.

"Untuk itu kami juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian ESDM agar tren HOP batu bara terus menunjukkan peningkatan dan ini tentu saja dalam rangka memperkuat keandalan pasokan listrik nasional," kata Darmawan.

3. Pasokan listrik aman di tengah gejolak geopolitik

ilustrasi memasukkan kode untuk mengatur bunyi alarm meteran listrik (dok. PLN)

Kementerian ESDM memastikan kondisi kelistrikan nasional tetap stabil dan terkendali meskipun dinamika global sedang tidak menentu. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, masyarakat tidak perlu cemas karena cadangan daya listrik saat ini dalam posisi mencukupi.

"Pemerintah memahami adanya kekhawatiran terkait dinamika global. Namun perlu kami tegaskan bahwa kondisi listrik nasional saat ini aman dan terkendali, dengan cadangan daya yang memadai," kata dia kepada IDN Times, ditulis Senin (30/3).

Situasi global yang fluktuatif, lanjut Anggia, harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk mulai memikirkan keberlanjutan energi di masa depan. Kondisi saat ini dianggap momentum untuk mengoptimalkan penggunaan energi.

"Kondisi global saat ini, tentu jadi momentum bagi kita untuk sama-sama mulai memikirkan ke depan, optimalisasi dan bijak menggunakan energi. Bersama-sama kita jaga energi untuk negeri," ujar Anggia.

Editorial Team