Momen Lebaran sering menjadi periode emas bagi banyak pelaku usaha. Permintaan meningkat tajam, transaksi berjalan cepat, dan berbagai produk laris dalam waktu singkat. Namun, setelah euforia perayaan selesai, kondisi pasar biasanya berubah cukup drastis. Penjualan melambat sementara stok produk masih tersisa di gudang.
Situasi seperti ini sering terjadi pada bisnis makanan, fashion, hampers, hingga produk kebutuhan rumah tangga. Tanpa strategi yang tepat, stok yang tersisa berisiko menjadi beban penyimpanan bahkan mengalami penurunan nilai jual. Oleh karena itu, penting menghadapi periode setelah Lebaran dengan langkah yang lebih terarah agar stok tetap bergerak. Yuk pahami beberapa strategi yang dapat membantu mengelola stok produk setelah puncak penjualan Lebaran!
