Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jumlah SPPG Bengkak Jadi 27,8 Ribu, Zulhas: Terjadi Jual-Beli Titik

Jumlah SPPG Bengkak Jadi 27,8 Ribu, Zulhas: Terjadi Jual-Beli Titik
Pemerintah membeberkan permasalahan di program Makan Bergizi Gratis (MBG). (dok. Kemenko Pangan)
Intinya Sih
  • Zulkifli Hasan mengungkap adanya praktik jual-beli titik dalam program Makan Bergizi Gratis, membuat jumlah SPPG membengkak dari 21 ribu menjadi 27.877 titik.
  • Pembengkakan jumlah SPPG menyebabkan pemborosan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun menurut perhitungan Zulhas.
  • Di wilayah 3T, jumlah SPPG melonjak dari target 3 ribu menjadi 8.617 titik, dan pemerintah berencana menata ulang program ini dalam waktu satu bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang juga merupakan Ketua Tim Koordinasi Penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengakui ada praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hal itu menyebabkan jumlah SPPG atau dapur MBG yang harusnya hanya 21 ribu titik, menjadi 27.877 titik.

“Misalnya terjadi jual-beli titik, yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” ucap Zulhas di Jakarta.

1. Terjadi pemborosan anggaran hingga Rp1 triliun per bulan

WhatsApp Image 2025-10-01 at 14.03.46.jpeg
Kondisi SPPG Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/10/2025). (IDN Times/IDN Times Dini Suciatiningrum)

Zulhas mengatakan, kondisi itu menyebabkan terjadi pemborosan anggaran MBG hingga Rp1 triliun per bulan.

“Kalau 6.877 penambahan, kalau Rp6 juta 1 hari, maka 1 bulan ada pengeluaran lebih dari Rp1 triliun, pemborosan,” tutur Zulhas.

Dalam 1 tahun, terjadi pembengkakan anggaran MBG hingga Rp12 triliun.

2. Jumlah SPPG di wilayah 3T bengkak jadi 8.617 titik

WhatsApp Image 2025-10-01 at 14.03.44.jpeg
Kondisi SPPG Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/10/2025). (IDN Times/IDN Times Dini Suciatiningrum)

Zulhas mengatakan, di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) juga terjadi pembengkakan jumlah SPPG, dari targetnya 3 ribu titik, kini melampaui 8.600 titik.

Meski pembangunan SPPG di 3T baru selesai hingga 1.700 titik, namun BGN telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk 6.138 titik.  Selain itu, para mitra SPPG itu juga telah menaruh dananya di bank, sehingga perlu waktu untuk menyelesaikannya.

“Dan 6.138 itu sudah ada SK nya dari BGN. Karena sudah ada SK, maka investor ini taruh di bank. Padahal ini dari 2 ribu menjadi 8.617, bengkak 6.138, yang sudah selesai 1.700, mestinya tinggal 300 kan,” ujar Zulhas.

3. Minta waktu satu bulan

IMG_3118.jpeg
Kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Zulhas mengatakan, laporan itu diperolehnya dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini, Nanik S Deyang. Dia mengatakan, program itu akan diperbaiki dengan penataan ulang dalam waktu satu bulan.

“Maka perlu waktu kita satu bulan untuk menata ini kembali,” kata Zulhas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More