Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Strategy Kembali Borong Bitcoin, Apa Artinya bagi Pasar?
ilustrasi Bitcoin (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Strategy membeli 4.603 BTC senilai US$369,7 juta pada akhir Agustus 2026, mengerek total kepemilikannya menjadi 845.050 BTC dan kembali menambah permintaan institusional.
  • Pembelian pada rata-rata US$80.318 per BTC, di atas rata-rata biaya kepemilikan US$75.412, menegaskan Strategy tetap menjalankan akumulasi Bitcoin jangka panjang.
  • Dana pembelian berasal dari penjualan 4,53 juta saham MSTR senilai bersih US$602,8 juta; dampaknya pada harga tetap bergantung pada kondisi pasar, sentimen, dan tekanan jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Strategy kembali menjadi sorotan setelah melanjutkan pembelian Bitcoin yang sempat terhenti selama sekitar dua bulan. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu membeli 4.603 BTC senilai US$369,7 juta pada pekan terakhir Agustus 2026. Keputusan Strategy kembali borong Bitcoin menunjukkan besarnya peran mereka dalam tren perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan.

Namun, pembelian besar dari satu perusahaan tidak otomatis membuat harga Bitcoin langsung naik. Pasar tetap dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang lebih luas, kondisi ekonomi, serta sentimen investor. Lalu, apa arti dari kembalinya Strategy membeli Bitcoin bagi pasar kripto?

1. Pembelian besar menambah permintaan terhadap Bitcoin

ilustrasi investasi Bitcoin (pexels.com/Leeloo The First)

Pembelian 4.603 BTC berarti Strategy kembali menjadi pembeli aktif di pasar setelah pembelian mingguannya terhenti sejak akhir Juni. Dana sebesar US$369,7 juta yang digunakan perusahaan menunjukkan bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin masih ada meski harga aset ini telah bergerak naik. Pembelian tersebut juga membawa total kepemilikan Bitcoin Strategy menjadi 845.050 BTC.

Bagi pasar, transaksi seperti ini penting karena Strategy merupakan pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik. Ketika perusahaan kembali mengalokasikan dana untuk membeli Bitcoin, langkah tersebut dapat memperkuat perhatian investor terhadap aset tersebut. Meski begitu, pasar Bitcoin memiliki ukuran yang jauh lebih besar sehingga satu pembelian tidak cukup untuk menentukan arah harga secara permanen.

2. Strategy kembali menunjukkan kepercayaannya pada Bitcoin

Strategy (software.strategy.com)

Kembalinya pembelian juga dapat dibaca sebagai tanda bahwa Strategy masih mempertahankan strategi jangka panjangnya dalam mengumpulkan Bitcoin. Perusahaan membeli Bitcoin terbaru dengan harga rata-rata US$80.318 per BTC, sedangkan rata-rata biaya seluruh kepemilikannya berada di sekitar US$75.412 per BTC. Artinya, pembelian terbaru dilakukan ketika harga berada di atas rata-rata harga akumulasi perusahaan.

Langkah ini menarik karena Strategy sebelumnya tidak melakukan pembelian Bitcoin selama beberapa minggu. Keputusan untuk kembali membeli menunjukkan bahwa perusahaan masih bersedia menambah kepemilikan meski harga Bitcoin telah mengalami kenaikan. Bagi sebagian investor, konsistensi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa salah satu pemegang Bitcoin terbesar tetap melihat aset ini sebagai bagian penting dari strategi keuangannya.

3. Pembelian Bitcoin Strategy didanai melalui penjualan saham

ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)

Strategy tidak membiayai seluruh pembelian Bitcoin hanya dari keuntungan bisnis perangkat lunaknya. Dalam periode 24 hingga 30 Agustus, perusahaan menjual sekitar 4,53 juta saham biasa MSTR dan memperoleh dana bersih sekitar US$602,8 juta. Dari jumlah tersebut, US$369,7 juta digunakan untuk membeli Bitcoin.

Sisa dana tidak seluruhnya disimpan sebagai cadangan. Strategy juga menggunakan sebagian dana untuk membeli kembali saham preferen STRC, membayar dividen, serta menambah saldo kas perusahaan. Cara pendanaan ini penting karena menunjukkan bahwa kemampuan Strategy membeli Bitcoin berkaitan dengan aksesnya terhadap pasar modal, bukan hanya dengan harga Bitcoin itu sendiri.

4. Dampak pembelian tetap bergantung pada kondisi pasar

ilustrasi chart bitcoin (unsplash.com/Kanchanara)

Pembelian besar dari Strategy dapat menambah permintaan dan memperkuat sentimen positif, tetapi kondisi pasar yang lebih luas tetap menentukan arah Bitcoin. Perubahan suku bunga, pergerakan imbal hasil obligasi, inflasi, dan minat investor terhadap aset berisiko dapat memberikan pengaruh yang lebih besar. Karena itu, Bitcoin tetap dapat mengalami penurunan meski perusahaan besar sedang melakukan akumulasi.

Investor juga perlu membedakan antara berita positif dan jaminan kenaikan harga. Pembelian Strategy menunjukkan adanya permintaan nyata terhadap Bitcoin, tetapi pasar tidak bergerak hanya berdasarkan satu transaksi. Pergerakan berikutnya tetap bergantung pada apakah permintaan dari berbagai kelompok investor cukup kuat untuk menghadapi tekanan jual dan perubahan sentimen pasar.

Strategy kembali borong Bitcoin menunjukkan bahwa salah satu pemegang BTC terbesar di dunia aktif melakukan akumulasi. Langkah tersebut dapat memperkuat perhatian pasar terhadap Bitcoin, terutama karena Strategy membeli dalam jumlah besar melalui dana yang dihimpun dari pasar modal. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh karena satu pembelian besar tidak dapat menentukan arah harga Bitcoin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article