Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Amazon Rebut Takhta Walmart sebagai Perusahaan Terbesar di Dunia

Amazon Rebut Takhta Walmart sebagai Perusahaan Terbesar di Dunia
ilustrasi Amazon (unsplash.com/Rubaitul Azad)
  • Amazon menjadi perusahaan berpendapatan terbesar dunia pada 2026 dengan US$716,9 miliar, naik dari peringkat kesembilan pada 2020 setelah bisnisnya terdorong pergeseran belanja selama pandemi.
  • Amazon mengungguli Walmart yang lama memimpin lebih dari satu dekade, tetapi selisih pendapatannya hanya US$3,7 miliar: Walmart mencatat US$713,2 miliar.
  • Peta perusahaan terbesar makin beragam: dominasi energi berkurang, sementara ritel, teknologi, kesehatan, dan utilitas mengisi 10 besar, termasuk UnitedHealth Group dan CVS Health.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama lebih dari satu dekade, Walmart dikenal sebagai perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia. Namun, posisi tersebut akhirnya berubah pada 2026 setelah Amazon berhasil mengambil alih takhta tersebut dengan pendapatan tahunan hampir US$717 miliar. Kalau dikonversikan ke rupiah, nilainya bisa mencapai sekitar Rp12,65 kuadriliun, lho.

Menariknya, Amazon hanya unggul tipis dari Walmart sehingga persaingan keduanya masih sangat ketat. Pergeseran ini juga menunjukkan bahwa perusahaan terbesar dunia kini semakin beragam dan gak lagi didominasi sektor energi seperti beberapa tahun lalu.

  1. 1. Amazon melesat dari peringkat kesembilan

    ilustrasi gedung perusahaan Amazon, marketplace, e-commerce
    ilustrasi gedung perusahaan Amazon, marketplace, e-commerce (unsplash.com/Bryan Angelo)

    Kalau kamu melihat posisi Amazon pada 2020, perjalanan perusahaan ini menuju puncak terbilang luar biasa. Saat itu, Amazon hanya berada di peringkat kesembilan perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatan dengan revenue sekitar US$281 miliar atau setara kurang lebih Rp4,96 kuadriliun. Di atas Amazon masih ada Walmart, Sinopec, State Grid, PetroChina, Shell, Saudi Aramco, Volkswagen, dan BP.

    Perubahan mulai terlihat ketika kebiasaan belanja masyarakat bergeser selama pandemi. Semakin banyak konsumen berbelanja dari rumah sehingga bisnis e-commerce Amazon ikut mendapatkan dorongan besar. Dalam beberapa tahun, posisi Amazon terus naik hingga akhirnya berada di peringkat pertama pada 2026 dengan pendapatan US$716,9 miliar atau sekitar Rp12,66 kuadriliun.

  2. 2. Amazon unggul tipis dari Walmart

    ilustrasi Walmart, supermarket, grocery store
    ilustrasi Walmart, supermarket, grocery store (unsplash.com/KDavid Montero)

    Meski berhasil merebut posisi pertama, Amazon sebenarnya gak menang telak dari Walmart. Amazon mencatat pendapatan sekitar US$716,9 miliar, sedangkan Walmart membukukan US$713,2 miliar. Kalau dikonversikan, angka itu masing-masing setara sekitar Rp12,66 kuadriliun dan Rp12,59 kuadriliun.

    Artinya, selisih pendapatan keduanya hanya sekitar US$3,7 miliar atau kurang lebih Rp65,3 triliun. Angka tersebut memang terdengar sangat besar kalau kamu lihat dalam rupiah, tapi dibandingkan total pendapatan masing-masing perusahaan, jaraknya relatif kecil. Walmart sendiri sebelumnya sudah bertahan di posisi teratas selama lebih dari satu dekade, sehingga keberhasilan Amazon menyalipnya menjadi perubahan penting dalam peta perusahaan terbesar dunia.

  3. 3. Perusahaan energi mulai kehilangan dominasi

    ilustrasi SPBU Shell, perusahaan energi, bensin, BBM
    ilustrasi SPBU Shell, perusahaan energi, bensin, BBM (unsplash.com/Nils Limp)

    Kalau kamu melihat daftar perusahaan terbesar pada 2020, sektor energi terlihat sangat mendominasi. Dari 10 perusahaan dengan pendapatan terbesar saat itu, lima di antaranya merupakan perusahaan energi, termasuk Sinopec dengan US$407 miliar atau sekitar Rp7,19 kuadriliun dan PetroChina dengan US$379 miliar atau sekitar Rp6,69 kuadriliun. Ada pula Shell, Saudi Aramco, dan BP yang ikut menghiasi daftar 10 besar.

    Namun, komposisi tersebut berubah cukup drastis dalam beberapa tahun berikutnya. Pada 2026, perusahaan energi swasta seperti Shell dan BP gak lagi masuk 10 besar, sementara Saudi Aramco berada di posisi kelima dengan pendapatan US$445,5 miliar atau sekitar Rp7,87 kuadriliun. State Grid masih berada di posisi ketiga dengan US$555,4 miliar atau sekitar Rp9,80 kuadriliun, sehingga sektor energi dan utilitas tetap besar, tapi gak lagi mendominasi daftar seperti sebelumnya.

  4. 4. Perusahaan kesehatan ikut naik kelas

    ilustrasi CVS Health, CVS Pharmacy, perusahaan kesehatan
    ilustrasi CVS Health, CVS Pharmacy, perusahaan kesehatan (pexels.com/James Anthony)

    Perubahan menarik lainnya bisa kamu lihat dari sektor kesehatan. Pada 2020, UnitedHealth Group dan CVS Health belum masuk 10 besar perusahaan dunia berdasarkan pendapatan. Enam tahun kemudian, UnitedHealth Group sudah menempati posisi keempat dengan revenue US$447,6 miliar atau sekitar Rp7,90 kuadriliun, sedangkan CVS Health berada di posisi kesembilan dengan US$402,1 miliar atau sekitar Rp7,10 kuadriliun.

    Kenaikan perusahaan kesehatan ini memperlihatkan bahwa sektor tersebut semakin punya bobot besar dalam perekonomian negara-negara maju. Salah satu faktor yang disebut dalam data adalah populasi yang semakin menua, sehingga kebutuhan terhadap layanan kesehatan ikut meningkat. Kamu juga bisa melihat besarnya skala bisnis sektor ini dari posisi UnitedHealth Group yang pendapatannya pada 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan Apple.

  5. 5. Peta perusahaan terbesar makin beragam

    ilustrasi perusahaan Apple, perusahaan teknologi, smartphone, Apple store
    ilustrasi perusahaan Apple, perusahaan teknologi, smartphone, Apple store (unsplash.com/Trac Vu)

    Daftar 10 perusahaan terbesar dunia pada 2026 menunjukkan bahwa kamu gak bisa lagi melihat perusahaan raksasa hanya dari satu sektor. Setelah Amazon dan Walmart di posisi pertama dan kedua, ada State Grid, UnitedHealth Group, Saudi Aramco, Apple, McKesson, Alphabet, CVS Health, dan China National Petroleum. Pendapatan perusahaan-perusahaan tersebut berkisar dari sekitar US$402 miliar hingga US$555 miliar, atau kurang lebih Rp7,10 kuadriliun sampai Rp9,80 kuadriliun.

    Kalau diperhatikan, sektor ritel, kesehatan, teknologi, energi, dan utilitas semuanya punya perwakilan di jajaran teratas. Amazon sendiri juga gak hanya mengandalkan bisnis belanja online karena AWS, iklan digital, dan bisnis lainnya ikut memperluas sumber pendapatannya. Jadi, keberhasilan Amazon menyalip Walmart bukan sekadar cerita tentang perusahaan e-commerce yang menjadi besar, tapi juga menggambarkan bagaimana model bisnis dan kebutuhan konsumen global terus berubah.

    Amazon kini resmi berada di posisi pertama perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatan dengan angka sekitar US$716,9 miliar atau Rp12,66 kuadriliun. Walmart masih sangat dekat dengan US$713,2 miliar atau sekitar Rp12,59 kuadriliun, sehingga persaingan keduanya kemungkinan masih menarik untuk diperhatikan.

    Kalau kamu melihat perjalanannya sejak 2020, perubahan ini memang cukup mencolok. Amazon yang dulu berada di peringkat kesembilan berhasil naik ke puncak, sementara perusahaan energi yang sebelumnya mendominasi mulai tergeser oleh ritel, teknologi, dan kesehatan. Dengan begitu, daftar perusahaan terbesar dunia pada 2026 gak hanya menunjukkan siapa yang punya pendapatan paling besar, tapi juga memberi gambaran tentang sektor bisnis mana yang semakin punya pengaruh dalam perekonomian global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More