Swasta Sudah Mulai Impor BBM, Kapan Stok di SPBU Shell Cs Normal?

- Stok BBM di SPBU swasta seharusnya sudah kembali normal setelah pengiriman BBM berlangsung.
- Kenaikan kuota impor BBM tetap 10 persen untuk SPBU swasta seperti Shell, BP AKR, Vivo, dan ExxonMobil.
- Stok BBM di SPBU Shell Cs masih kosong, termasuk jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98).
Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan impor BBM yang dilakukan oleh SPBU swasta sudah dimulai. Menurut Laode, izin impor sudah diajukan sebelum Desember 2025 lalu.
“Kalau pengajuannya sudah dilakukan jauh-jauh hari, sebelum Desember mereka sudah mengajukan,” kata Laode di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2025).
1. Stok BBM di SPBU swasta seharusnya sudah kembali normal

Laode mengatakan, pengiriman BBM sudah berlangsung. Seharusnya, stok BBM di SPBU-SPBU swasta sudah kembali normal.
“Bukan segera normal, harusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan,” ujar Laode.
2. Kenaikan kuota impor BBM tetap 10 persen

Setiap tahunnya, SPBU swasta seperti Shell, BP AKR, Vivo, dan ExxonMobil mendapatkan kenaikan kuota impor sebesar 10 persen dari volume penjualan per tahun. Laode mengatakan, kenaikan kuota impor tahun ini tetap sama.
“Mirip lah. Sama,” tutur Laode.
3. Stok BBM di SPBU Shell Cs masih kosong

Meski begitu, stok BBM di SPBU Shell masih belum tersedia. Berdasarkan situs resmi Shell Indonesia, stok Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) belum tersedia.
Adapun SPBU BP-AKR baru menyediakan BBM BP 92. Sementara, untuk BP Ultimate (RON 95) masih belum tersedia.
Kemudian, SPBU Vivo hanya menyediakan SPBU jenis Revvo 92 (RON 92) dan solar di sejumlah SPBU-nya. Sementara, untuk Revvo 95 (RON 95) masih belum tersedia.



















