Jakarta, IDN Times - Purbaya Yudhi Sadewa tampak bahagia setelah melepas jabatan Menteri Keuangan (Menkeu). Usai serah terima jabatan (sertijab) kepada Suahasil Nazara di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026), dia berharap setelah ini bisa tidur dengan nyenyak di malam hari.
“Lebih happy, happy. Nanti malam saya bisa tidur tenang gitu. Semalam masih mikir-mikir, jadi agak susah tidur. Tapi saya yakin besok sudah tenang, aman,” kata Purbaya.
Sebelum dicopot dari jabatan Menkeu, Purbaya meneken komitmen dengan Danantara Indonesia terkait pengambilalihan saham konsorsium BUMN di proyek Whoosh.
Adapun kepemilikan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pengelola Whoosh tercatat dalam payung PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Hal itu diumumkan Purbaya usai bertemu dengan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria pada Rabu, (5/8/2026) lalu.
PSBI adalah konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. PSBI mengantongi 60 persen saham di KCIC.
Sementara itu, konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd mengantongi 40 persen saham KCIC.
Purbaya mengatakan, saham BUMN di KCIC akan diambil oleh lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu. Pengelolaan KCIC juga akan dilakukan oleh SMV Kemenkeu.
Seharusnya, serah terima saham BUMN ke SMV Kemenkeu dilaksanakan hari ini. Namun, Danantara Indonesia menyatakan belum ada informasi lanjutan mengenai agenda tersebut.
Purbaya mengatakan, hal itu bisa ditanyakan ke Menkeu baru, yakni Suahasil. Dia pun bersyukur bisa lolos dari perihal tersebut.
“Kan gue bukan Menteri Keuangannya. Alhamdulillah selamat gue,” kata Purbaya lalu tertawa.
IDN Times juga sudah mengonfirmasi terkait peresmian serah terima saham Whoosh ke Dony Oskaria. Namun, hingga berita ini terbit, Dony belum memberikan tanggapan.
