Dubes Beste Ingin Tingkatkan Hubungan Ekonomi RI-Jerman: Potensinya Besar

- Jerman melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi bilateral dengan Indonesia.
- Ralf Beste menilai posisi Indonesia di ASEAN penting bagi pengembangan hubungan dengan Jerman.
- Jerman juga membuka kerja sama keamanan maritim dan militer, dengan keputusan pengadaan tetap berada pada pemerintah Indonesia.
Jakarta, IDN Times – Jerman melihat peluang besar untuk memperluas hubungan dengan Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN Ralf Beste mengatakan Indonesia memiliki potensi sangat besar bagi pengembangan kerja sama bilateral kedua negara.
Menurut Beste, Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN dan memiliki posisi penting di kawasan. Oleh karena itu, Jerman ingin melihat lebih banyak ruang buat meningkatkan hubungan ekonomi dengan Indonesia.
“Kami melihat ada banyak potensi dan mungkin potensi terbesar dari semuanya, terutama bagi negara seperti Jerman, adalah memperluas kerja sama kami, khususnya secara ekonomi, dengan Indonesia,” kata Beste saat ditemui di sela-sela ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Beste mengatakan hubungan ekonomi menjadi salah satu bidang utama yang ingin diperkuat Jerman. Hal itu berlangsung di tengah perubahan tatanan global yang menurutnya membuat negara-negara kekuatan menengah, termasuk negara di Eropa dan Asia Tenggara, perlu semakin mempererat kerja sama.
1. Jerman ingin perkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia

Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN, Ralf Beste. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Beste mengatakan ASEAN merupakan salah satu mitra dagang terbesar Uni Eropa di luar Eropa. Besarnya hubungan perdagangan tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk mengembangkan kerja sama ekonomi antara kedua kawasan.
“ASEAN adalah mitra dagang yang sangat besar bagi Uni Eropa. Di luar Eropa, ASEAN termasuk salah satu mitra terbesar,” ujarnya.
Menurut dia, Jerman juga bekerja sama erat dengan ASEAN untuk meningkatkan prospek hubungan ekonomi. Namun, Beste melihat hubungan dengan Indonesia masih memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan.
Dia mengakui perdagangan Jerman dengan sejumlah negara ASEAN yang lebih kecil saat ini lebih besar dibandingkan dengan Indonesia. Kondisi tersebut justru menunjukkan adanya potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam hubungan ekonomi Jerman-Indonesia.
“Kami juga melihat dari perspektif Jerman bahwa perdagangan kami dengan negara-negara ASEAN yang lebih kecil lebih besar. Jadi, kami melihat ada banyak potensi dan mungkin potensi terbesar dari semuanya, terutama bagi negara seperti Jerman, adalah memperluas kerja sama, khususnya secara ekonomi, dengan Indonesia,” kata Beste.
2. Keamanan Indo-Pasifik jadi kepentingan bersama

peta kawasan Indo-Pasifik (commons.wikimedia.org/Eric Gaba) Selain ekonomi, Jerman melihat keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara memiliki kaitan langsung dengan kepentingan Eropa. Beste mengatakan perkembangan keamanan di kawasan tersebut tidak hanya berdampak bagi negara-negara Asia, tetapi juga bagi Eropa.
“Kami melihat bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara juga sangat penting bagi keamanan Eropa,” kata dia.
Oleh karena itu, Jerman ingin bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk membangun pemahaman bersama mengenai cara menjaga keterbukaan jalur laut. Menurut Beste, keamanan jalur perdagangan menjadi penting untuk memastikan aktivitas perdagangan internasional dan kemakmuran tetap berjalan.
Kerja sama tersebut juga telah berkembang di sektor keamanan maritim. Beste mengatakan Jerman bersama mitra Eropanya telah bekerja sama dengan Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk penyediaan kemampuan yang dapat mendukung kepentingan maritim Indonesia.
Salah satu contohnya adalah Airbus yang telah mengirimkan dua pesawat angkut militer A400M ke Indonesia. Beste mengatakan Jerman juga terbuka untuk memperluas kerja sama militer, meski keputusan terkait kontrak berikutnya tetap berada di tangan pemerintah Indonesia.
3. Kerja sama pertahanan terus terbuka

Airbus A400M, Sayap Baru TNI AU di Langit Indonesia. (x.com/TNIAU) A400M merupakan pesawat angkut militer multirole yang dapat beroperasi dalam berbagai kondisi, termasuk di landasan tidak beraspal dan lapangan udara semi-permanen. Pesawat tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 37 ton dan dapat melakukan penerbangan hingga delapan jam tanpa pengisian bahan bakar.
Pesawat tersebut juga memiliki kemampuan Multi Role Tanker Transport (MRTT), termasuk melakukan pengisian bahan bakar dari udara ke udara bagi pesawat tempur. Kemampuan multirole itu dapat mendukung kesiapan operasional sekaligus misi kemanusiaan dan tanggap darurat Indonesia di kawasan.
Selain kerja sama melalui Airbus, Beste menyebut Jerman juga bekerja sama dengan Indonesia dalam bidang keamanan maritim. Menurutnya, kemampuan untuk memahami dan menjaga jalur utama perdagangan internasional menjadi bagian penting dari kerja sama keamanan kawasan.
Ketika ditanya apakah terdapat peluang kontrak pertahanan baru dengan Airbus, Beste mengatakan hal tersebut masih terbuka.
“Harapannya tentu ada kontrak berikutnya, tetapi itu tentu bergantung pada negosiasi bilateral. Ada tawaran dan kami bersedia melakukan lebih banyak kerja sama di bidang militer,” ujar Beste.
Meski demikian, Beste menegaskan keputusan mengenai kerja sama atau pengadaan berikutnya merupakan kewenangan pemerintah Indonesia.
“Namun, itu adalah keputusan pemerintah Indonesia,” katanya.

















