Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tantangan Global Meningkat, 70 Persen Pengusaha di ASEAN Siap Ekspansi

Tantangan Global Meningkat, 70 Persen Pengusaha di ASEAN Siap Ekspansi
Logo ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Sekitar 70 persen pengusaha ASEAN berencana ekspansi dalam dua tahun ke depan, meski menghadapi tantangan proteksionisme global dan transisi hijau yang kompleks.
  • Survei ASEAN Business Barometer 2026 menunjukkan mayoritas perusahaan menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat diversifikasi rantai pasok, dengan kekhawatiran tinggi terhadap tarif dan hambatan perdagangan.
  • Tingkat adopsi digital masih terbatas, hanya sebagian kecil perusahaan memanfaatkan teknologi AI, sementara kesenjangan kesiapan antara perusahaan besar dan UMKM tetap signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Para pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) merasa optimistis dalam memperluas bisnis dalam waktu beberapa tahun ke depan. Meski begitu, optimisme itu sejalan dengan kesiapan menghadapi gangguan rantai pasok akibat proteksionisme global dan perjuangan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas yang ada secara maksimal.

Hal tersebut terungkap dalam survei ASEAN Business Barometer 2026 hasil kolaborasi ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) bersama dengan CSIS Indonesia dan JETRO Jakarta. ASEAN Business Barometer 2026 melibatkan 395 perusahaan sektor swasta di seluruh Asia Tenggara guna memotret lanskap ekonomi yang kompleks.

1. Tantangan proteksionisme global

Rifki Weno - Direktur Eksekutif ASEAN BAC
Direktur Eksekutif ASEAN-BAC, Rifki Weno (dok. ASEAN-BAC)

Direktur Eksekutif ASEAN-BAC, Rifki Weno mengatakan, sektor bisnis di ASEAN tahun ini sangat ambisius dan siap untuk berekspansi. Namun, mereka menghadapi tantangan nyata dari proteksionisme global dan kerumitan transisi hijau.

"Tingkat pemanfaatan perjanjian perdagangan (FTA) yang masih di bawah potensi dan kurangnya kesiapan UMKM kita menyoroti urgensi bagi para pemimpin ASEAN untuk menyederhanakan regulasi, memfasilitasi akses, dan memberikan dukungan yang lebih terarah agar kawasan ini tetap tangguh," tutur Rifki dalam pernyataan resminya, Kamis (6/3/2026).

2. Pelaku usaha ASEAN berencana ekspansi

Logo ASEAN. (Dok. Wikipedia)
Logo ASEAN. (Dok. Wikipedia)

Dalam survei ASEAN Business Barometer 2026 ditemukan sekitar 70 persen pelaku usaha di ASEAN berencana memperluas usaha dalam satu hingga dua tahun ke depan. Kemudian sebanyak 48 persen memproyeksikan peningkatan laba operasi pada 2025 dibandingkan 2024.

Lalu sebanyak 75 persen perusahaan mengaku cemas terhadap meningkatnya proteksionisme. Adapun sektor manufaktur paling terdampak dengan 64 persen produsen terpapar tarif AS, dibandingkan 40 persen rata-rata seluruh perusahaan.

“Sebanyak 93 persen perusahaan menjadikan kawasan ASEAN sebagai tujuan utama diversifikasi rantai pasok, melampaui Jepang (54 persen), dan Tiongkok (41 persen),” ujar Rifqi.

Dari sisi hambatan transisi hijau, sebanyak 63 dari 100 perusahaan ASEAN diketahui sedang mengambil langkah-langkah dekarbonisasi, tetapi 90 persen di antaranya menyebutkan bahwa akses ke pemasok yang mematuhi standar ESG adalah tantangan terbesar.

Adapun kesadaran akan inisiatif keberlanjutan ASEAN juga sangat rendah, dengan hanya 28 persen responden yang mengetahui tentang ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance.

3. Adoptasi digital

ilustrasi Artificial Intelligence
ilustrasi Artificial Intelligence (unsplash.com/Steve Johnson)

Terkait adoptasi digital, sebagian besar perusahaan di ASEAN masih berada pada tingkat adopsi parsial atau percontohan (pilot-level) di seluruh teknologi transformasi digital. Saat ini, hanya 22 persen yang menggunakan agen AI untuk dukungan keputusan (decision support) dan 21 persen menggunakan AI Generatif untuk manajemen.

Survei juga mengungkap kesenjangan kapabilitas yang signifikan berdasarkan ukuran perusahaan. Meskipun 73,1 persen perusahaan besar merasa sangat siap menghadapi gangguan rantai pasok, hanya 53,7 persen UMKM melaporkan tingkat kesiapan yang sama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More