Jamin Harga LPG 3 Kg Gak Akan Naik, Bahlil: Stok Aman

- Bahlil Lahadalia menegaskan harga LPG 3 kg bersubsidi tidak akan naik meski harga energi global melonjak, dengan stok nasional berada di atas standar minimum.
- Pemerintah hanya mengatur harga energi bersubsidi seperti LPG 3 kg dan BBM tertentu, sementara produk nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar.
- Harga LPG 3 kg belum pernah naik sejak 2007, dan pemerintah terus menata distribusi agar subsidi tepat sasaran serta mencegah kelangkaan di pasaran.
Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun adanya lonjakan harga energi global saat ini.
Bukan hanya itu, dia juga memastikan pasokan LPG 3 kg terjaga sesuai dengan standar minimum nasional.
"Khusus untuk elpiji yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional, dan harganya tidak ada kenaikan. Flat," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
1. Pemerintah hanya bisa mengatur harga energi bersubsidi

Bahlil pun menjelaskan, pemerintah pada dasarnya hanya bisa mengatur harga energi subsidi. Contohnya pada bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menetapkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami kenaikan.
Adapun untuk produk energi nonsubsidi, Bahlil menyatakan pemerintah tidak bisa mengaturnya secara langsung lantaran harganya mengikuti pasar.
Kondisi tersebutlah yang kemudian membuat harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan Hal yang sama terjadi dengan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.
"Saya katakan bahwa yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, menyesuaikan dengan harga pasar," tutur Bahlil.
2. Harga LPG 3 kg tidak pernah naik sejak 2007

Selain itu, Bahlil menyatakan pemerintah tidak pernah menaikkan harga LPG 3 kg sejak 2007. Oleh karena itu, jika terjadi kenaikan harga pada gas melon tersebut disebabkan permainan pasar.
"Elpiji 3 kg itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah, yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan," ujar dia.
Bahlil menambahkan, pemerintah kini sedang berupaya untuk melakukan penataan pada distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan lonjakan harga di tingkat konsumen.
3. Kelangkaan LPG subsidi terjadi tiba-tiba

Pada Februari 2025 lalu, upaya perbaikan distribusi sudah sempat dilakukan, tetapi yang terjadi justru kepanikan dan LPG subsidi mendadak langka di pasaran.
Hal tersebut kemudian membuat pemerintah saat itu mengajak pengecer untuk mendaftarkan diri sebagai subpangkalan resmi pertamina.
"Waktu itu saya mau tata untuk betul-betul yang subsidi adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan," kata Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil juga menjamin pasokan LPG 3 kg dalam kondisi aman saat ini, bahkan berada di atas batas minimum nasional.
"Kalau dibilang langka, saya pikir laporan dari kami, standar minimum di atas 10 hari, jadi di atas standar minimum nasional," kata Bahlil.


















