Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tarif Impor AS Picu Kerugian Perusahaan Kereta Kanada Rp6,7 Triliun

ilustrasi kereta api (unsplash.com/Ankush Minda)
ilustrasi kereta api (unsplash.com/Ankush Minda)
Intinya sih...
  • CN dan CPKC rugi besar akibat tarif Trump 2025.
  • Tarif Trump rusak perdagangan Kanada-AS.
  • Ketidakpastian perdagangan berlanjut menjelang tinjauan perjanjian CUSMA 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua operator kereta api terbesar Kanada, Canadian National Railway (CN) dan Canadian Pacific Kansas City (CPKC), melaporkan kerugian pendapatan melebihi 550 juta dolar Kanada (Rp6,7 triliun) akibat tarif impor Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025.

Kebijakan tarif Administrasi Presiden Donald Trump memicu ketidakpastian perdagangan lintas batas Kanada-AS, dan mengganggu arus pengiriman komoditas antarnegara. CN dan CPKC menjadi korban utama penurunan volume pengiriman, terutama pada baja, aluminium, dan kayu yang terkena tarif tinggi.

1. CN dan CPKC rugi besar akibat tarif Trump 2025

Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kebijakan tarif. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kebijakan tarif. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

CN mengalami penurunan pendapatan lebih dari 350 juta dolar Kanada (Rp4,3 triliun) akibat tarif impor AS pada komoditas baja, aluminium, dan kayu sepanjang 2025. Penurunan ini sangat terlihat pada kuartal keempat 2025, dengan pendapatan segmen logam dan mineral turun 4 persen serta produk hutan turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

CPKC juga terdampak serius dengan kerugian pendapatan sekitar 200 juta dolar Kanada (Rp2,4 triliun) akibat ketidakpastian perdagangan yang dipicu tarif tersebut. Meskipun mengalami kerugian signifikan, kedua perusahaan tetap mencatat kenaikan pendapatan tahunan, masing-masing 2 persen untuk CN menjadi 17,3 miliar dolar Kanada (Rp213,1 triliun) dan 4 persen untuk CPKC menjadi 15,1 miliar dolar Kanada (Rp186 triliun).

"Tarif, ketidakpastian perdagangan, dan volatilitas memengaruhi pendapatan kami sepanjang tahun 2025 lebih dari 350 juta dolar AS (Rp4,3 triliun)," ujar Janet Drysdale, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Petugas Komersial CN, dilansir Bloomberg.

2. Tarif Trump rusak perdagangan Kanada-AS

Trump kenakan tarif 35% atas Kanada mulai 1 agustus 2025
Trump kenakan tarif 35% atas Kanada mulai 1 agustus 2025

AS menerapkan tarif impor luas pada 2025, termasuk 50 persen untuk baja dan aluminium, 10 persen untuk kayu balok, serta bea tambahan 35 persen khusus Kanada. Kebijakan ini menciptakan gejolak perdagangan global dan mengganggu lalu lintas barang lintas perbatasan Kanada-AS secara signifikan.

Tarif tersebut menyebabkan penurunan volume pengiriman yang tajam, terutama pada produk hutan yang juga tertekan oleh lemahnya permintaan konstruksi perumahan. CN dan CPKC, yang mengoperasikan jaringan di Kanada, AS, dan Meksiko, terpaksa memitigasi dampak melalui pengalihan rute domestik.

"Kami sudah menerima pukulan besar dari semua ketidakpastian ini. Dampak pendapatan mencapai sekitar 200 juta dolar Kanada (Rp2,4 triliun), kemungkinan lebih besar lagi," ujar Keith Creel, CEO CPKC, dilansir TT News.

3. Ketidakpastian perdagangan berlanjut menjelang tinjauan perjanjian CUSMA 2026

Bendera Kanada sedang berkibar.
potret bendera Kanada (pexels.com/Jared VanderMeer)

Ketidakpastian perdagangan Kanada-AS berlanjut menjelang tinjauan perjanjian CUSMA pada Juli 2026, dengan prediksi Presiden Donald Trump akan menyesuaikan keseimbangan perdagangan demi kepentingan AS.

Eksekutif CN dan CPKC menilai sulit memprediksi dampak pada permintaan barang, meskipun volume pengiriman diharapkan tetap stabil seperti tahun 2025.

Meski terpukul tarif impor, efisiensi operasional kedua perusahaan meningkat ditandai dengan rasio operasi yang lebih rendah. Jaringan CPKC yang menghubungkan Kanada, AS, dan Meksiko tetap menjadi tulang punggung aliran barang lintas batas.

"Saya sudah menyatakan sejak awal bahwa Presiden Trump akan memodifikasi keseimbangan perdagangan antar tiga negara kami," ujar Keith Creel, CEO CPKC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Apa Itu Saham Gorengan yang Dibahas Purbaya saat IHSG Anjlok?

31 Jan 2026, 20:05 WIBBusiness