ilustrasi belanja impulsif (pexels.com/Angela Roma)
Setelah itu, barulah kamu dapat menggunakan sisa dari THR-mu untuk keinginan memenuhi kebutuhan hari raya lainnya seperti membeli pakaian baru, memberi angpau untuk keluarga dan kerabat, membeli makanan dan kue lebaran kesukaanmu (opor, ketupat, nastar), dan sebagainya.
Jadi, jangan biarkan THR-mu habis dalam sekejap hanya untuk memenuhi keinginan semata. Kelola THR dengan cerdas, jangan sampai bablas.
Mengapa THR perlu dikelola dengan baik? | THR merupakan pendapatan tambahan yang sebaiknya digunakan secara bijak. Jika tidak diatur dengan baik, uang tersebut bisa habis dengan cepat tanpa memberikan manfaat jangka panjang. |
Apa prioritas pertama dalam menggunakan uang THR? | Prioritas utama adalah membayar kewajiban keuangan seperti cicilan, utang, atau zakat agar tidak menambah beban finansial di kemudian hari. |
Mengapa perlu membuat pos keuangan dari THR? | Membuat pos keuangan membantu membagi THR untuk berbagai kebutuhan seperti tabungan, investasi, dan kebutuhan hari raya sehingga penggunaannya lebih terarah. |
Apakah THR sebaiknya digunakan untuk menabung atau investasi? | Ya. Sebagian THR sebaiknya disisihkan, misalnya sekitar 10 persen, untuk tabungan atau investasi agar dapat membantu memenuhi kebutuhan di masa depan. |
Kapan THR boleh digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi? | Setelah kebutuhan utama dan kewajiban keuangan terpenuhi, sisa THR dapat digunakan untuk keinginan seperti membeli pakaian baru, makanan khas Lebaran, atau memberi angpao kepada keluarga. |