Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Perencanaan Keuangan agar THR Tak Langsung Ludes

Tips Perencanaan Keuangan agar THR Tak Langsung Ludes
ilustrasi THR (IDN Times/Aditya Pratama)

Jakarta, IDN Times - Kamu perlu menyiapkan perencanaan dengan baik agar THR yang kamu terima tidak menguap begitu saja. Jangan sampai kamu baru sadar setelah tunjangan hari raya yang kamu terima semakin menipis.

Head of Research and Advisory Bank Commonwealth, Thadly Chandra merekomendasikan alokasi THR 10-20-60-10, yaitu 10 persen untuk membayar zakat, 20 persen untuk tabungan dan investasi, 40 persen hingga 60 persen untuk kebutuhan hari raya dan membayar utang atau cicilan, dan 10 persen untuk dana darurat.

“Dengan pengelolaan yang baik, manfaat THR dapat dinikmati bukan hanya pada saat Lebaran, tetapi juga dalam jangka waktu yang panjang bahkan setelah selesai perayaan Lebaran,” kata Thadly dalam keterangan tertulis.

Nah, berikut tips dari Bank Commonwealth untuk mengelola THR!

1. Buat pos pengeluaran keperluan hari raya

Ilustrasi Anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

Buatlah pos pengeluaran untuk keperluan hari raya seperti mudik, belanja kebutuhan pokok, dan memberi amplop untuk keluarga besar. Tujuannya supaya THR tidak habis begitu saja. Alokasi untuk keperluan hari raya, idealnya maksimal 60 persen dari THR.

Jangan lupa, alokasikan untuk zakat dan sedekah. Bagi pekerja yang beragama Islam, tunaikan kewajiban membayar zakat dan juga memberi sedekah untuk yang berhak menerimanya. Alokasinya 10 persen dari THR.

2. Sisihkan sebagian THR untuk tabungan dan investasi

Ilustrasi menabung. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi menabung. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kamu juga perlu menyisihkan THR untuk tabungan dan investasi demi memenuhi kebutuhan masa depan dengan alokasi 20 persen dari THR.

“Instrumen investasi dapat disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing individu," ujar Thadly.

Dia mencontohkan, investor agresif dan memiliki jangka waktu investasi panjang dapat mengoptimalkan pada kelas aset ekuitas seperti reksa dana saham. Sedangkan investor konservatif dapat lebih fokus pada kelas aset pendapatan tetap seperti obligasi atau reksa dana pendapatan tetap.

3. Jangan lupa bayar utang jika ada dan siapkan dana darurat

ilustrasi menabung dana darurat (unsplash.com/Damir Spanic)
ilustrasi menabung dana darurat (unsplash.com/Damir Spanic)

Apakah kamu memiliki utang? Jika iya, lunasi dengan THR. Supaya utang tidak menumpuk dan menambah beban finansial, utamakan THR untuk melunasi atau mencicil utang terlebih dahulu.

Terakhir, jangan lupa sisihkan THR untuk dana darurat dengan alokasi 10 persen dari THR. Dana darurat berbeda dengan tabungan yang memiliki goal tertentu. Dana darurat dapat disimpan untuk keadaan tak terduga seperti kecelakaan, kerusakan rumah, atau kehilangan pekerjaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Trio Hamdani
EditorTrio Hamdani
Follow Us

Latest in Business

See More

Blokade Selat Hormuz, UEA Dan Kuwait Pangkas Produksi Minyak

10 Mar 2026, 00:05 WIBBusiness