Topremit Catat Pertumbuhan Pesat, Pengguna Tembus 300 Ribu di 2026

- Topremit mencatat lonjakan pengguna hingga lebih dari 300 ribu pada April 2026, tumbuh hampir 20 persen dibanding tahun sebelumnya berkat meningkatnya kepercayaan terhadap layanan remitansi digital.
- Perusahaan meluncurkan fitur baru 'Scan atau Unggah QR Alipay' untuk mempermudah pengiriman uang ke China, menjawab kebutuhan transfer cepat dan praktis bagi pengguna Indonesia.
- Remitansi pekerja migran Indonesia mencapai Rp288 triliun pada 2025, menandakan peningkatan signifikan aktivitas transfer lintas negara serta pergeseran ke penggunaan platform digital yang lebih efisien.
Jakarta, IDN Times – Platform remitansi digital Topremit mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan. Per April 2026, jumlah penggunanya telah melampaui 300 ribu orang, meningkat dari sekitar 293 ribu pengguna pada 2025. Jika dibandingkan dengan 245 ribu pengguna pada 2024, kenaikan ini mencapai sekitar 19,93 persen.
Chief Executive Officer Topremit, Hermanto menjelaskan, pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan aplikasi digital untuk melakukan transfer uang ke luar negeri. Selain kemudahan akses, kecepatan transaksi dan transparansi biaya menjadi faktor utama yang membuat pengguna beralih dari metode konvensional ke platform digital.
"Kini semua orang bisa mengirimkan uang ke luar negeri dan sampai ke penerima hanya dalam hitungan menit, baik untuk keperluan personal maupun bisnis. Kecepatan transaksi ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai penyedia remitansi yang terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat Indonesia," kata Hermanto dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
1. Hadirkan fitur Alipay untuk pengiriman uang ke China

Berdasarkan data internal Topremit, negara-negara di Asia masih menjadi tujuan utama pengiriman uang dari Indonesia, dengan China sebagai tujuan paling populer. Hal ini mencerminkan hubungan ekonomi yang kuat dan tingginya kebutuhan transfer uang lintas negara antara Indonesia dan China.
Untuk memudahkan pengiriman uang ke China, Topremit menghadirkan fitur terbaru “Scan atau Unggah QR Alipay”, yang memungkinkan pengguna mengirim dana tanpa perlu mengisi nama atau ID penerima secara manual.
"Cukup dengan memindai atau mengunggah QR Code milik penerima, sistem Topremit akan otomatis melengkapi data penerima, sehingga proses pengiriman uang menjadi lebih cepat, praktis, dan minim kesalahan," ujar Hermanto.
2. Diberikan kemudahan kirim uang ke Alipay

Hermanto menilai fitur ini semakin relevan karena Alipay merupakan platform pembayaran dominan di China, dengan jumlah pengguna mencapai 1,4 miliar pada 2025.
"Bagi pengguna Indonesia yang memiliki keluarga, rekan bisnis, maupun relasi di China, kemudahan mengirim uang ke Alipay menjadi kebutuhan nyata yang kini dijawab oleh Topremit," ujar Hermanto.
Sebagai platform remitansi digital, Topremit menawarkan kemudahan penggunaan aplikasi, biaya flat yang transparan tanpa biaya tersembunyi, serta jaminan uang kembali apabila terjadi kegagalan transaksi akibat kesalahan sistem.
3. Remitansi pekerja migran capai Rp288 triliun di akhir tahun lalu

Data remitansi atau uang yang dikirimkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke dalam negeri mencapai Rp288 triliun pada tahun 2025, meningkat dari Rp253 triliun pada 2024.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam aktivitas transfer uang lintas negara dan menunjukkan peran penting remitansi sebagai salah satu sumber devisa negara. Pertumbuhan ini juga menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia semakin mengandalkan platform digital untuk melakukan pengiriman uang, seiring dengan meningkatnya kemudahan, kecepatan, dan transparansi layanan remitansi modern.


















