Dari Menteri LH Jadi Wamenko Pangan, Hanif Faisol Punya Harta Rp4,2 M

- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wamenko Bidang Pangan, menggantikan posisinya sebelumnya sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
- Laporan LHKPN 2024 mencatat kekayaan Hanif mencapai Rp4,2 miliar, naik hampir 50 persen dari akhir 2023 saat masih menjabat Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
- Harta terbesar Hanif berupa tanah dan bangunan senilai Rp4 miliar di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, ditambah mobil Toyota Corolla Altis 2012 serta kas sebesar Rp67 juta.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengangkat Hanif Faisol Nurofiq menjadi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.
Sebelumnya, Hanif menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Posisinya kini dijabat oleh aktivis Tanah Air, Jumhur Hidayat.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, saat Hanif baru menjabat sebagai Menteri LH, dia memiliki harta kekayaan Rp4,2 miliar, atau rinciannya Rp4.192.000.000.
Angka tersebut naik 49,6 persen dari posisi akhir 2023 yang sebesar Rp2.802.197.150, saat dia masih menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
1. Harta terbesar berbentuk aset tanah dan bangunan

Hanif tercatat memiliki harta dalam bentuk tanah dan bangunan senilai Rp4 miliar. Tanah dan bangunan itu merupakan aset dengan nilai terbesar yang dia miliki.
Adapun tanah itu luasnya 1.058 meter persegi, dengan luas bangunan 200 meter persegi, yang letaknya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
2. Punya satu jenis kendaraan

Dalam laporan harta kekayaannya, Hanif memiliki harta dalam bentuk kendaraan senilai Rp125 juta.
Adapun kendaraan yang dimiliki adalah mobil Toyota Corolla Altis tahun 2012 yang diperoleh dari hasil sendiri.
3. Punya kas Rp67 juta

Selain itu, dia juga tercatat memiliki aset dalam bentuk kas dan setara kas senilai Rp67 juta.
Nilai kas yang dimiliki naik 109,38 persen dibandingkan posisi pada akhir 2023 yang sebesar Rp32 juta.

















