Gaji Dipotong? 4 Cara Menyusun Anggaran Keuangan Keluargamu

Langkah menghadapi pemotongan gaji dengan menata ulang keuangan keluarga agar tetap stabil meski pemasukan berkurang.
Ditekankan pentingnya mengendalikan pengeluaran, menyesuaikan pos anggaran, serta memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding hiburan atau belanja tersier.
Dianjurkan mencari peluang tambahan seperti kerja sampingan dan memastikan dana darurat cukup untuk menopang kebutuhan selama masa sulit.
Jakarta, IDN Times - Terkadang kondisi perusahaan yang menurun membuat sejumlah langkah penghematan perlu dilakukan. Salah satu langkah yang paling dihindari karyawan adalah pemotongan gaji.
Siapa pun yang mengalami hal ini tentu akan merasa tidak siap dan mungkin terkejut karena kondisi ini bukan sesuatu yang terrencana. Apalagi jika kamu sudah memiliki keluarga.
Bagaimana pun kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi. Usahakan jangan panik karena hidup masih terus berlanjut. Lebih baik, kamu segera atur langkah agar kondisi tidak menjadi semakin runyam.
Jangan khawatir, IDN Times akan membantu kamu untuk menyusun anggaran keluargamu di tengah pemasukan yang berkurang ini. Siap-siap dengan perubahan ya!
Table of Content
1. Kendalikan pengeluaran

Belajarlah mengendalikan pengeluaran dengan cara menghamat biaya makan, belanja bulanan, air, dan listrik.
Sebaiknya kamu masak sendiri ketimbang beli makanan jadi. Kurangi penggunaan listrik dan air.
Selain akan menghemat banyak pos pengeluaran rutin, kamu juga tidak perlu melakukan kegiatan tersier dengan mengeluarkan biaya. Misalnya, biaya berlangganan nonton streaming, biaya transportasi, biaya traveling.
2. Siasati dengan otak atik pos anggaran bulanan

Mengutip ilovelife.co.id, kamu bisa melakukan beberapa perubahan pengeluaran di beberapa pos anggaran. Contohnya untuk biaya internet, kamu bisa memperkecil biaya untuk kuota di mobile phone, ganti paket yang lebih murah atau setting pake data yang lebih hemat.
Kamu juga bisa memasang paket layanan dasar saja dan memfokuskan anggaran untuk berlangganan WiFi selama masa karantina. Saat di rumah saja, kamu tentu akan butuh lebih banyak kuota untuk bekerja. Akan boros kalau kamu menggunakan paket data di mobile phone.
Kamu juga bisa mengalokasikan biaya tersier yang tidak mungkin digunakan di masa pandemik ini. Misalnya, biaya nonton bioskop, biaya travelling, dan biaya hangout di cafe atau karaoke yang bisa dipakai untuk menambah porsi dana darurat.
3. Coba membuat peluang baru

Tidak ada salahnya mencoba menambah penghasilan dengan mencari pekerjaan baru atau melakukan bisnis atau pekerjaan sampingan.
Saat orang berkegiatan di rumah saja seperti sekarang ini, ada beberapa peluang usaha yang bisa kamu jajaki. Cari peluang kerja sampingan seperti misalnya berjualan online. Atau segala sesuatu yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan internet selagi kamu punya waktu lebih banyak di rumah. Bisa jadi sumber penghasilan tambahan lho.
4. Cek dana darurat milikmu

Kamu sebaiknya tidak berutang atau menambah utang baru. Lebih baik gunakan dana darurat untuk menyambung hidup sampai kondisi normal kembali. Karena itu, pastikan dana darurat cukup untuk memenuhi pengeluaran selama 6-9 kali dari penghasilan jika kamu sudah berkeluarga.
Pastikan menempatkannya di produk keuangan yang mudah dicairkan, seperti rekening tabungan, deposito, tabungan berjangka, atau emas. Jika ada tambahan masukan, segera alokasikan masuk ke dana darurat ini.
FAQ seputar 4 Cara Menyusun Anggaran Keuangan Keluarga
| Apa langkah pertama saat gaji dipotong? | Langkah pertama adalah memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi. |
| Kenapa perlu menyusun ulang anggaran keuangan? | Karena kondisi pemasukan sudah berubah, sehingga anggaran lama tidak lagi relevan dan perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial saat ini. |
| Bagaimana cara mengatur pengeluaran agar tetap stabil? | Pisahkan pengeluaran menjadi kebutuhan, kewajiban, dan keinginan agar kamu bisa menentukan prioritas dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting. |
| Apakah tabungan masih perlu saat gaji berkurang? | Tetap perlu. Menyisihkan uang untuk tabungan atau dana darurat sejak awal membantu menjaga keamanan finansial jika terjadi kebutuhan mendesak. |
| Seberapa penting evaluasi anggaran secara rutin? | Sangat penting, karena kondisi keuangan bisa berubah. Evaluasi membantu menyesuaikan anggaran agar tetap realistis dan sesuai kebutuhan keluarga. |


















