Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Ancam Pecat Jerome Powell jika Tak Mundur Tepat Waktu

Trump Ancam Pecat Jerome Powell jika Tak Mundur Tepat Waktu
Presiden AS Donald Trump menunjuk Jerome Powell sebagai calon Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve Pada 2 November 2017. (Foto resmi Gedung Putih karya Andrea Hanks). (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Donald Trump mengancam akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell jika tidak mundur setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026, meski sebelumnya menahan diri demi menghindari kontroversi.
  • Powell menegaskan tetap bertugas di Dewan Gubernur hingga 2028 dan bersedia memimpin sementara bila penggantinya belum disahkan, sambil menunggu hasil investigasi yang sedang berlangsung.
  • Nominasi Kevin Warsh sebagai pengganti Powell tertahan karena senator Partai Republik Thom Tillis menolak mendukung sebelum penyelidikan pidana terkait lonjakan biaya renovasi gedung Federal Reserve diselesaikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mencopot Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell jika masih bertahan setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026.

Dalam wawancara Fox Business yang tayang Rabu (15/4/2026), Trump mengungkapkan sikapnya soal kemungkinan langkah tersebut dan alasan di balik penundaannya selama ini.

“Jika dia tidak meninggalkan jabatan tepat waktu, saya telah menahan diri untuk memecatnya. Saya ingin memecatnya, tetapi saya benci menjadi kontroversial,” kata Trump, dikutip NBC News.

1. Powell tegaskan sikap soal posisi di Dewan Gubernur

Ketua The Fed, Jerome Powell
Ketua The Fed, Jerome Powell (Federalreserve, Public domain, via Wikimedia Commons)

Masa tugas Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei 2026, sementara posisinya sebagai anggota Dewan Gubernur masih berlaku hingga 2028.

Powell menyampaikan bahwa dirinya tak berencana keluar dari dewan sebelum investigasi yang berjalan selesai secara terbuka dan jelas. Ia juga menjelaskan bahwa apabila penggantinya belum disahkan pada 15 Mei 2026, dirinya tetap dapat menjalankan kepemimpinan sementara sesuai ketentuan undang-undang, yang menurutnya pernah terjadi sebelumnya.

2. Nominasi Kevin Warsh tertahan dukungan senator

Presiden AS, Donald Trump
Presiden AS, Donald Trump (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, Creative Commons Attribution-Share Alike 2.0 Generic, via Wikimedia Commons)

Trump telah mengajukan Kevin Warsh sebagai calon pengganti untuk memimpin Federal Reserve, dengan agenda sidang konfirmasi di Komite Perbankan Senat.

Namun, Senator Partai Republik dari Carolina Utara, Thom Tillis, yang menjadi anggota komite tersebut, menyatakan tidak akan mendukung kelanjutan proses nominasi sebelum Departemen Kehakiman menghentikan penyelidikan pidana terhadap Powell. Ia menyebut kepada NBC News bahwa penyelidikan terkait renovasi gedung Federal Reserve yang mahal tampak seperti upaya menarik perhatian Gedung Putih, dan ia tak ingin memberi “hadiah” atas perilaku tersebut.

Tillis menyatakan akan mendukung Warsh setelah Departemen Kehakiman memastikan tidak ada cukup bukti untuk melanjutkan kasus. Ia juga menegaskan bahwa selama investigasi masih berlangsung, dirinya tak akan mendukung pergerakan nominasi keluar dari komite dan tak melihat adanya jalur lain tanpa persetujuannya.

3. Investigasi renovasi gedung Fed picu sorotan biaya

Gedung Marriner S. Eccles Federal Reserve, atau sering disebut Gedung Eccles, berada di Foggy Bottom, Washington, D.C., tepatnya di sudut 20th Street dan Constitution Avenue NW. Arsitek Paul Philippe Cret merancang bangunan bergaya Art Deco ini pada 1935, dan pembangunannya rampung dua tahun kemudian, pada 1937. (AgnosticPreachersKid, CC BY-SA 3.0,via Wikimedia Commons)
Gedung Marriner S. Eccles Federal Reserve, atau sering disebut Gedung Eccles, berada di Foggy Bottom, Washington, D.C., tepatnya di sudut 20th Street dan Constitution Avenue NW. Arsitek Paul Philippe Cret merancang bangunan bergaya Art Deco ini pada 1935, dan pembangunannya rampung dua tahun kemudian, pada 1937. (AgnosticPreachersKid, CC BY-SA 3.0,via Wikimedia Commons)

Penyelidikan pidana yang berjalan berfokus pada kenaikan biaya renovasi gedung Federal Reserve yang melonjak tajam, dari estimasi awal 1,4 miliar dolar AS (setara Rp23,8 triliun) pada 2019 menjadi lebih dari 2,4 miliar dolar AS (setara Rp40,8 triliun).

Trump membandingkan proyek tersebut dengan klaimnya bahwa pekerjaan serupa dapat diselesaikan hanya dengan 25 juta dolar AS (setara Rp425 miliar), bukan hingga mencapai 4 miliar dolar AS (setara Rp68 triliun).

Pembawa acara Fox Business Maria Bartiromo menanyakan kemungkinan penghentian penyelidikan sebagai cara termudah menyingkirkan Powell, mengacu pada proses yang dipimpin Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro. Trump mengakui langkah tersebut bisa mempermudah, tetapi ia menegaskan tidak akan menghentikan penyelidikan karena menilai kasus ini menyangkut dugaan ketidakmampuan, korupsi, atau keduanya yang perlu diusut.

“Jadi apakah itu ketidakmampuan, korupsi atau keduanya, saya pikir kita harus mencari tahu. Saya benar-benar berpikir begitu. Saya pikir kita harus mencari tahu,” ujarnya, dikutip BBC.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More