Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memilih tekanan ekonomi sebagai jalan untuk mendorong Iran menuju kesepakatan, alih-alih melancarkan serangan militer baru. Trump menyebut pendekatan pemerintahannya ini sengaja dilakukan secara tak mencolok.
“Kami melakukannya dengan santai,” kata Trump pada Minggu (9/8/2026), dikutip dari Al Jazeera.
Pemerintah AS kini memilih membatasi diplomasi dan hanya "setengah bernegosiasi" dengan Teheran sembari terus memantau kondisi finansial Iran yang makin memburuk. Trump mengungkapkan bahwa lonjakan inflasi membuat Iran keteteran membayar pasukannya sendiri. Sementara, blokade angkatan laut AS yang berlangsung sejak April 2026 kian memperberat tekanan ekonomi negara tersebut. Di sisi lain, harga minyak dunia yang melandai ke tingkat sedikit di atas 75 dolar AS (setara Rp1,33 juta) per barel dinilai ikut meringankan beban ekonomi konsumen di AS.
