Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam serangan Iran ke kapal ADNOC. Namun, tidak ada informasi detail soal kerusakan yang dialami kapal akibat serangan tersebut. Kendati demikian, Pemerintah UEA mengatakan situasi saat ini sudah aman dan terkendali. Semua awak kapal juga sudah dievakuasi.
Iran Serang Kapal Tanker Minyak UEA di Selat Hormuz, Tuai Kecaman

- Iran dilaporkan menyerang tanker minyak ADNOC milik UEA di Selat Hormuz pada Sabtu pagi; seluruh awak dievakuasi, tanpa korban jiwa, dan UEA menyatakan situasi terkendali.
- UEA mengecam serangan yang dituduhkan kepada IRGC sebagai pelanggaran kebebasan berlayar dan upaya pembajakan. ADNOC menyebut 15 tankernya telah diserang sejak 28 Februari.
- UEA mendesak Iran membuka Selat Hormuz dan menghentikan serangan karena mengganggu ekspor minyak. IRGC menyatakan pembukaan selat bergantung pada keputusan Iran dan negosiasi lanjutan dengan AS.
Jakarta, IDN Times - Iran dikabarkan menyerang kapal tanker minyak milik perusahaan energi Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi Oil National Company (ADNOC), pada Sabtu (8/8/2026) pagi waktu setempat. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh media nasional UEA, WAM.
1. Pemerintah UEA mengecam serangan Iran ke kapal tanker ADNOC

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA mengecam keras serangan Iran ke kapal tanker ADNOC. Mereka mengatakan, serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap aturan kebebasan berlayar di perairan internasional. Sebab, Selat Hormuz merupakan perairan internasional sehingga kapal dari negara mana pun berhak berlayar di sana dengan bebas dan aman.
Selain itu, Kemlu UEA juga menyebut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang merupakan dalang serangan terhadap kapal ADNOC telah melakukan upaya pembajakan. Mereka menuduh tujuan utama dari serangan tersebut adalah untuk membajak kapal dan para awak yang ada di dalamnya.
2. Iran sudah sering menyerang kapal ADNOC di Selat Hormuz

Serangan Iran terhadap kapal ADNOC milik Arab Saudi tadi sebetulnya bukan yang pertama kali. Manajemen ADNOC menjelaskan, Iran sudah sering menyerang kapal mereka yang berlayar di Selat Hormuz sejak berperang dengan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
ADNOC menjelaskan, sejauh ini, sudah ada sekitar 15 kapal tanker mereka yang kena hantam rudal dan drone dari IRGC. Dari semua serangan tersebut, ada 1 awak kapal yang tewas, sedangkan 20 lainnya terluka. ADNOC menambahkan bahwa tiga kapal mereka juga diserang IRGC sepanjang pekan ini.
3. UEA mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz

Merespons hal ini, Kemlu UEA mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz dan berhenti melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang berlayar di sana. Sebab, dua aksi tersebut akan mengganggu kegiatan ekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global, terutama yang berasal dari UEA. Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa Teheran sudah bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Namun, pada kenyataannya, Iran hingga saat ini masih menutup selat tersebut.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, IRGC mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sepenuhnya bergantung pada keputusan Iran dan hasil negosiasi lanjutan dengan AS, bukan hasil negosiasi dengan Oman. Sebab, Iran saat ini juga sedang bernegosiasi dengan Oman soal pembukaan jalur-jalur alternatif untuk menjamin kebebasan berlayar di Selat Hormuz.
"Pembukaan kembali Selat Hormuz tunduk pada mekanisme dan ketentuan khusus Republik Islam Iran dan tidak terkait dengan negosiasi antara Iran dan Oman," kata Juru Bicara IRGC, Hossein Mohebbi, seperti dilansir Jerusalem Post.




















