Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diduga Kerja Sama dengan Iran, AS Sanksi Bank Turki

Diduga Kerja Sama dengan Iran, AS Sanksi Bank Turki
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, sedang berbicara di acara konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., pada 28 Mei 2026. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Golden Global Yatirim Bankasi, Turki, karena diduga memfasilitasi transaksi IRGC dan akses internasional bagi Pemerintah Iran.
  • AS menuduh bank yang berdiri pada 2019 itu dibentuk untuk mendukung jaringan perbankan ilegal Iran, termasuk transfer pendapatan minyak dari China ke Turki melalui emas dan tunai.
  • Golden Global Bank membantah tuduhan tersebut dan akan menempuh jalur hukum; sanksi AS mencabut akses bank itu ke sistem perbankan Amerika Serikat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberi sanksi baru kepada bank asal Turki karena diduga bekerja sama dengan Iran. Kebijakan itu disampaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS pada Jumat (4/9/2026). 

Bank Turki yang disanksi AS tadi bernama Golden Global Yatirim Bankasi (Golden Global Bank). Bank ini didirikan pada 2019. Kemenkeu AS menjelaskan, bank tersebut diduga telah memfasilitasi transaksi perbankan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan menyediakan Pemerintah Iran akses perbankan untuk melakukan transaksi keuangan internasional.   

  1. 1. AS menuduh Golden Global Yatirim Bankasi dibentuk untuk mendukung Iran

    Bendera Iran sedang berkibar.
    potret bendera Iran (pixabay.com/Chickenonline)

    Kemenkeu AS juga menuduh bahwa Golden Global Yatirim Bankasi memang sengaja dibentuk untuk mendukung jaringan perbankan ilegal milik Iran. Tujuannya adalah untuk mempermudah Iran melakukan transfer pendapatan hasil penjualan minyak dari luar negeri. Kendati demikian, Kemenkeu AS tidak menunjukkan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

    “Bank tersebut didirikan dengan tujuan untuk memungkinkan jaringan rahbar Iran (sistem perbankan bayangan) mentransfer pendapatan minyak dari China ke Turki menggunakan emas dan uang tunai,” jelas Kemenkeu AS dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (5/9/2026).  

  2. 2. Golden Global Yatirim Bankasi merespons tuduhan AS

    Golden Global Yatirim Bankasi.
    potret logo bank Turki, Golden Global Yatirim Bankasi (commons.wikimedia.org/Goldenglobalbank)

    Tuduhan AS tadi langsung direspons oleh Golden Global Yatirim Bankasi. Dalam pernyataannya, bank tersebut mengatakan bahwa tuduhan Negeri Paman Sam sama sekali tidak berdasar. Sebab, mereka tidak pernah sekalipun melakukan kerja sama dengan Iran. Oleh karena itu, mereka mengatakan akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti tuduhan yang dilontarkan Washington.  

    “Kami akan menggunakan semua hak keberatan dan upaya hukum kami dengan cara yang paling efektif dan akan mengambil tindakan yang diperlukan sesegera mungkin terhadap tuduhan dan keputusan ini,” demikian bunyi pernyataan Golden Global Yatirim Bankasi.

  3. 3. Golden Global Yatirim Bankasi tidak akan diberikan akses ke sistem perbankan AS

    Sebuah bank di Amerika Serikat.
    potret sebuah bank di Amerika Serikat (unsplash.com/Urvish Oza)

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menjelaskan, pemberian sanksi terhadap Golden Global Yatirim Bankasi tadi termasuk dalam operasi Economic Outcast yang dilakukan AS ke Iran. Imbas sanksi ini, Golden Global Yatirim Bankasi tidak akan diberikan akses lagi ke sistem perbankan milik AS. Hal ini tentu akan menyulitkan jika bank tersebut memiliki keperluan transaksi dengan pihak dari Negeri Paman Sam. 

    AS sendiri memang kerap memberikan sanksi kepada lembaga atau institusi keuangan yang bekerja sama dengan Iran. Hal ini bertujuan untuk menekan dan mengisolasi ekonomi Iran dari dunia luar. Dengan cara ini, Washington percaya kekuatan ekonomi Teheran akan runtuh sehingga tidak bisa melakukan perlawanan lagi terhadap mereka.

    “Lembaga keuangan terus merasakan sendiri betapa seriusnya kami dalam Operasi Pengasingan Ekonomi (terhadap Iran),” kata Bessent dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kemenkeu AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More